Digtara.com | JAKARTA – Perdagangan kemarin Wall Street melonjak lebih dari 1% setelah bank sentral China mengambil langkah untuk stabilisasi yuan. Selasa (6/8), Dow Jones Industrial Average menguat 1,21% ke 26.029,52.
Di mana Indeks S&P 500 menguat 1,30% ke 2.881,77. Indeks Nasdaq melambung hingga 1,39% ke 7.833,27.
Sementara intervensi China terjadi setelah Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) menyebut China sebagai manipulator mata uang karena membiar yuan melemah ke level terendah dalam lebih dari 10 tahun pada awal pekan ini.
Menurut Chief Market Strategist Prudential Financial, Quincy Krosby mengatakan ada sinyal dari China akan akan menjaga yuan stabil dan menguat. Hal ini juga mengindikasikan bagaimana sesuatu bisa berubah sangat cepat. Inilah yang dirasakan pasar dan tetap menjadi salah satu alasan kekhawatiran.
Di menjelaskan kenaikan pasar saham ini terjadi setelah Senin lalu terjadi penurunan harian terbesar tahun ini akibat pelemahan kurs yuan. Langkah China untuk sedikit menguatkan nilai tukar yuan serta komentar penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow yang menyebut bahwa Presiden AS Donald Trump berencana mengundang delegasi China untuk berbicara pada September mendatang, sedikit meredam kekhawatiran eskalasi perang dagang.
Pada perdagangan kemarin, kurs USDCNY menguat 0,44% masih di level 7,02. Sedangkan pagi ini yuan offshore masih melemah tipis 0,31% ke 7,06.[reuters]