Digtara.com | MEDAN – IHSG perdagangan hari ini berhasil rebound setelah mengalami penurunan yang signifikan beberapa hari terakhir. IHSG ditutup turun 84 poin atau turun 1,38% di level 6.204. Level tertinggi IHSG berada di level 6.221 dan terendah berada di level 6.153. Demikian dikatakan Gumawan Benyamin kepada wartawan hari ini.
“Perdagang hari ini sejalan dengan aksi borong investor saham ditengah penurunan saham kemarin. IHSG terangkat oleh kenaikan saham-saham Bluechip seperti BBRI, BBCA, TLKM, UNVR dan GGRM,” katanya.
Dia menjeaskan adanya kisruh balas-balasan perang dagang AS dengan China merusak tatanan perekonomian tak hanya bagi kedua negara, namun berimbas pada kekahwatiran di negara lainnya. Baru baru ini, China langsung merespon ancaman Trump yang akan mengenakan tarif 10 persen pada impor produk China senilai US$300 miliar mulai 1 September.
“Akibatnya, China menghentikan pembelian 3 produk pertanian AS yaitu kedelai, lobak dan minyak sawit serta meningkatkan kemungkinan tarif tambahan untuk produk pertanian AS,” paparnya.
Adanya kebijakan ini akan sangat menyulitkan petani AS. Sementara itu ekspor pertanian AS ke China merosot di bulan lalu. Sementara itu saya kira bukan tidak mungkin akan ada tekanan petani terhadap Trump untuk menstabilkan situasi ini. Bukan tidak mungkin produk pertanian lainnya juga akan terimbas dampak perang dagang ini.
“Kedepannya, siasat perang dagang Trump justru bisa menjadi boomerang bagi dirinya ketika masyarakat kesulitan ekonomi,” ungkapnya.
Di menambahkan indeks saham global hari ini bergerak di 2 arah dimana Dow Jones sudah berhasil menguat 1,2%, indeks kuala lumpur melemah 0,44%, kospi turun 0,51%, Shanghai turun 0,32%, Singapur naik 0,5% dan pilipina naik 1,94%.
Disisi lain, nilai tukar Rupiah terhadap dólar AS pelan-pelan mengalami penguatan. Rupiah kembali menguat 0,34% di level Rp. 14.275/USD. Sementara itu, nilai tukar mata uang negara lainnya masih mengalami pelemahan dimana peso melemah terdalam yakni 0,538% disusul oleh Bath 0,293% dan won 0,214%.