Digtara.com | JAKARTA – Hari ini kurs rupiah diprediksi akan melanjutkan penguatan. Di akhir perdagangan, Rabu (14/8).rupiah menguat 0,56% atau berada di level Rp 14.245 per dollar AS. Di kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah juga naik 0,34% ke level Rp 14.234 per dollar AS.
Di mana penguatan yang terjadi pada rupiah hari ini didominasi oleh faktor eksternal, antara lain pernyataan terbaru Presiden AS Donald Trump yang akan menunda tarif impor senilai 10% untuk produk-produk dari China. Rencananya, tarif baru tersebut akan berlaku di bulan September namun akan diundur sampai bulan Desember.
Menurut Analis Monex Investindo Ahmad Yudiawan bilang bahwa sikap Trump yang melunak ini sangat mempengaruhi pergerakan rupiah hari ini. “Ini yang menjadi faktor rupiah sebagai mata uang perkasa hari ini,†ujar Yudi.
Untuk hari ini rupiah akan terbebani kondisi di Hong Kong. Ia berpendapat situasi di Hong Kong saat ini bisa mempengaruhi aset berisiko seperti rupiah. Namun, Yudi masih optimistis rupiah bisa menguat karena pasar masih fokus pada pernyataan terbaru dari Trump.
Sementara, Analis Pasar Uang Bank Mandiri Reny Eka Putri sepakat, dominasi perang dagang masih menjadi sentimen utama pergerakan rupiah hari ini. Menurut Reny, keputusan Trump menunda tarif impor direspons positif oleh pasar sehingga mendorong penguatan rupiah hari ini.
“Hari ini mata uang Asia mayoritas mengalami penguatan terhadap dollar AS,†jelas Reny.
Dia menambahkan potensi penguatan rupiah esok hari masih terbuka. Ia melihat, perang dagang yang mereda ini menyebabkan aliran dana asing masuk ke domestik. “Hal ini menjadi katalis positif untuk rupiah di esok hari,†ujar Reny.
Pada perdagangan Kamis (15/8), Yudi memperkirakan rupiah akan berada di kisaran Rp 14.175 – Rp 14.320 per dollar AS. Sedangkan Reny memprediksi rupiah berada di kisaran Rp 14.220 – Rp 14.290.