IHSG Melemah 42 Poin ke 6.252

- Rabu, 21 Agustus 2019 09:45 WIB

digtara.com | MEDAN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini ditutup melemah 42 poin atau turun 0,67% ke level 6.252. IHSG hari ini sempat diperdagangan di level tertinggi 6.308 dan terendah berada di level 6.247.

Pengamat Pasar Modal, Gunawan Benjamin menyebutkan, pelemahan IHSG hari ini merupakan dampak dari pelemahan 8 sektor saham yang ada, kecuali saham sektor agro yang berhasil menguat 0,5%. Sementara itu, pelemahan IHSG hari ini  seiring dengan tekanan jual investor menunggu hasil keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21-22 Agustus 2019 ini yang diperkirakan mempertahankan  suku bunga acuan atau BI7-Days Reverse Repo Rate (BI7DRR) di level 5,75%.

“Pertengahan Juli 2019 lalu, BI telah melakukan menurunkan suku bunga acuan 25 bps sehingga trend suku bunga berada di level 5,75%. Penurunan suku bunga ini dilakukan untuk mendorong perlambatan ekonomi di Indonesia dan mendongkrak pertumbuhan sektor property di tanah air,”sebut Gunawan, Rabu (21/8/2019).

Gunawan lebih lanjut mengatakan, dalam RDG Bank Indonesia kali ini, tidak semua pelaku pasar mendukung adanya penurunan suku bunga Bank Indonesia pada bulan ini. Hal itu seiring dengan trend nilai tukar Rupiah yang masih dalam kategori stabil. Disamping itu, The Fed juga belum memberikan adanya pelonggaran suku bunga lanjutan sehingga BI juga harus mempertimbangkan arah kebijakan yang tepat terkait suku bunga acuan.

“Tidak hanya IHSG yang diserang aksi wait and see, saham-saham di bursa Global juga memghadapi situasi yang sama. Keputusan penurunan lanjutan suku bunga The Fed direspon 50 % akan terjadi dan 50% tidak akan terjadi. Hal ini seiring dengan respon The Fed yang cenderung akan memepertahan kan suku bunga acuannya sementara Presiden Trump kembali mempengaruhi The Fed untuk menurunkan suku bunga acuan The Fed seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat,”tandasnya.

Sementara itu, nilai tukar Rupiah terhadap dólar AS berhasil menguat tipis 0,11% atau berada di kisaran level Rp.14.250/USD. Saat ini pergerakan Rupiah menjadi yang paling sensitif terkait adanya keputusan dalam Rapat Dewan Gubernur BI pada 21-22 Agustus 2019 ini. Diharapkan langkah kebijakan BI memberikan respon positif bagi pergerakan Rupiah kedepannya.

[AS]


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Ekonomi

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Ekonomi

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Ekonomi

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Ekonomi

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Ekonomi

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo