digtara.com | MEDAN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 13 poin atau melemah 0,219 persen ke level 6.239 pada perdagangan hari ini.
Sepanjang hari ini, IHSG bergerak di dua arah, dengan level tertinggi di level 6.265 dan terendah di level 6.210.
Menurut Praktisi Pasar Modal Gunawan Benjamin, perdagangan saham hari ini bergerak tidak stabil setelah Bank Indonesia mempublikasi adanya penurunan suka bunga BI-7Days Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin ke level 5,5 persen.
Begitu juga dengan suka bunga deposit facility, yang turun 25 basis poin ke 4,75 dan lending facility turun 25 basis poin ke 6,25 persen.
“Penurunan suku bunga BI ini seiring dengan keyakinan BI inflasi yang rendah pada tahun ini sehingga perlu langkah penurunan suku bunga untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Saya kira kebijakan ini akan sangat menguntungkan bagi sektor properti ditambah lagi adanya pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur menjadi peluang besar bagi pembangunan properti di sekitar wilayah Kalimantan Timur,â€ujar Gunawan, Kamis (22/8/2019)
“Tak hanya sektor property, saya kira sektor manufaktur dan sektor infrastruktur juga sangat berpeluang menguat seiring dengan pembangunan fasilitas negara, transportasi, maupun gedung perkantoran. Untuk itu, saya kira sektor properti, manufaktur dan infrastruktur menjadi sektor saham yang cukup gemilang dalam jangka panjang,â€tambahnya.
Disisi lain, kata Gunawan, perdagangan saham di bursa global cenderung bergerak variatif. Indeks Dow Jones naik 0,926%, Hangseng turun 0,842%, kospi turun 0,677%, STI naik tipis 0,155% dan Shanghai naik 0,108%.  Saat ini, investor saham global cenderung wait and see menunggu hasil pertemuan AS dengan China terkait perang dagang antar keduanya.
Sementara itu, nilai tukar Rupiah terhadap dólar AS juga mengalami penguatan tipis yakni naik 0,079% di kisaran level Rp.14.221/USD. adanya kepastian suku bunga saat ini memberikan arah yang jelas bagi pelaku pasar keuangan, beberapa negara juga melonggarkan suku bunga acuannya.
[AS]