Digtara.com | JAKARTA – Kurs rupiah Bank Indonesia masih mengalami penurunan 0,20% jadi Rp 14.263 per dollar AS. Di mana sentimen eksternal masih menyeret rupiah. Kemarin, kurs spot rupiah melemah 0,03% jadi Rp 14.259 per dollar Amerika Serikat (AS).
Menurut Analis Monex Investindo Futures Ahmad Yudiawan memprediksi rupiah masih berpotensi melanjutkan pelemahan hari ini. Kurs rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp 14.200-Rp 14.290 per dollar AS.
Dia menjelaskan, bantahan China bahwa pihaknya telah mengontak AS untuk melakukan perundingan membuat mata uang emerging market kembali memerah. Tambah lagi, harga minyak mentah juga kembali menguat. Ini membuat kurs rupiah sulit naik.
Sementara menurut Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan, pergerakan mata uang Garuda juga tertekan kekhawatiran terjadinya resesi global. Terlebih, Jerman melaporkan produk domestik bruto (PDB) di kuartal II-2019 malah minus 0,1% dibanding kuartal sebelumnya.
Dirinya memperkirakan, rupiah hari ini bergerak sideways dengan kecenderungan menguat tipis. Kisarannya di Rp 14.240-Rp 14.250 per dollar AS.[kontan]