Digtara.com | JAKARTA – Awal perdagangan Kamis (29/8) pukul 08.20 WIB pagi ini Bursa Asia dibuka memerah. Di mana indeks Nikkei 225 turun 61,51 poin atau 0,30% ke 20.414,95, Taiex turun 8,55 poin atau 0,08% ke 10,421,98, Kospi turun 3,77 poin atau 0,19% ke 1.937,25, ASX 200 turun 17,84 poin atau 0,27% ke 6.482,80, Straits Times turun 3,87 poin atau 0,12% ke 3.052,83. Hanya FTSE Malaysia yang naik 3,36 poin atau 0,21% ke 1.593,18.
Sementara pelemahan bursa Asia dipicu oleh turbulensi ekonomi lantaran ketidakpastian kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dengan China dan tanda-tanda keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) tanpa kesepakatan membuat investor lari ke instrumen investasi yang lebih aman. Selain itu, imbal hasil membuat pasar obligasi semakin suram.
Di Asia, imbal hasil obligasi pemerintah Jepang bertenor 10 tahun berada di -0,280% di atas rekor terendahnya -0,3% pada tahun 2016.
“Turunnya imbal hasil obligasi global mencerminkan kekhawatiran bahwa pertumbuhan global dalm jangka panjang akan melambat akibat ketegangan perdagangan AS-China dan gangguan rantai pasokan global berikutnya,” kata Tomoo Kinoshita, ahli strategi pasar global di Invesco Asset Management.
“Di sisi lain, pasar saham didukung dengan harapan lebih banyak stimulus, terutama dari Federal Reserve dan Bank Sentral Eropa,” katanya.[reuters]