Digtara.com | JAKARTA – Sentimen perang dagang masih menjadi penggerak utama IHSG. Tidak banyak sentimen baru yang mempengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belakangan ini.
Menurut Analis menilai, meredanya sentimen perang dagang AS dan China membuat IHSG berpeluang menguat hari ini. Kemarin, IHSG juga sukses naik 0,12% jadi 6.289,12.
Pelaku pasar masih perlu mewaspadai kemungkinan perang dagang kembali bergejolak. Pelaku pasar global menyikapi hal tersebut dengan menanamkan investasi di instrumen safe haven, seperti emas. Tak heran. harga emas dunia cenderung meningkat.
“Penguatan harga emas dan nikel dunia berdampak pada saham pertambangan dan menggerakkan saham-saham tambang,” terang Chris Apriliony, analis Jasa Utama Capital, kemarin.
Menurut Analis Panin Sekuritas William Hartanto menilai IHSG akan bergerak menguji resistance di 6.300. Hal ini mengindikasikan koreksi IHSG mulai berakhir.
“Investor bisa mulai berbelanja saham pekan depan,” kata dia.
Dia memprediksi IHSG akan bergerak antara 6.250–6.320. Sedang Chris memprediksi IHSG bergerak antara 6.250–6.310.[kontan]