Awal Pekan, IHSG Ditutup Melemah 37 Poin ke Level 6.290

- Senin, 02 September 2019 09:44 WIB

digtara.com | MEDAN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 6.290 pada perdagangan hari pertama pekan ini. IHSG melemah 37 poin atau turun 0,599 persen dibandingkan penutupan akhir pekan lalu. Perdagangan saham hari ini berada di rentang level 6.338-6.281.

Perdagangan saham hari ini menekan 7 sektor saham, dimana sektor konsumer melemah terdalam hingga 1,77%. Diikuti saham properti yang turun 1,29%, sektor manufaktur turun 1,13% dan sektor keuangan minus 0,57%. Sementara itu saham sektor agri dan pertambangan berhasil menguat dimana agri naik 0,424% dan pertambangan naik 1,91%.

Dari dalam negeri, pertumbuhan ekonomi belum memberikan respon yang positif. Beberapa upaya pemerintah telah dilakukan guna mempercepat respon pertumbuhan ekonomi dalam negeri, namun tekanan eksternal perlambatan ekonomi bahkan mengarah pada resesi membuat ekonomi negara berkembang termasuk Indonesia juga terancam.

“Ditambah lagi perang dagang AS dengan China yang diharapkan berakhir dengan kesepakatan dagang yang menguntungkan justru berbalik arah dan menjadi mata pisau yang dapat merusak dimensi perdagangan dunia. Aksi balas-balasan terkait tarif impor membuat sejumlah pelaku pasar uang dan pasar modal harus berhati-hati,”ujar Praktisi Pasar Modal, Gunawan Benjamin, Senin (2/9/2019).

Diawal September 2019 ini, lanjut Gunawan, Amerika Serikat menaikkan tarif sebesar 15% barang impor asal China senilai 110 miliar Dólar AS, baik barang elektronik maupun tekstil. Selanjutnya kebijakan ini juga direspon negatif oleh China dengan menaikkan tarif sebesar 5%-10% terhadap produk asal AS.

“Adanya serangan balas-balasan tarif impor ini direspon bervariasi oleh pelaku saham di berbagai bursa. Dimana indeks Hangseng turun 0,382%, Indeks Shanghai 1,31%, indeks Dow Jones naik 0,155%, Nasdaq turun 0,132%, Indek Nikkei naik 0,407% dan indeks Philiphina turun 0,766%,”tukas Gunawan.

Disisi lain, sebut Gunawan, nilai tukar Rupiah terhadap dólar AS masih bergerak stabil di level Rp.14.155/USD. Banyaknya arus modal yang masuk kedalam negeri diharapkan dapat mempertahankan mata uang Rupiah. Sejauh ini, menurut Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) hingga saat ini belum ada investor yang tertarik untuk berinvestasi di lokasi ibu kota baru.

“Saya kira minimnya respon permodalan investasi masuk kedalam negeri dipengaruhi oleh ketidakstabilan ekonomi global sehingga investor perlu mempertimbangkan arah kebijakan investasinya. Ditambah investasi dalam sektor property maupun infrastruktur saat ini termasuk investasi jangka panjang dibandingkan dengan itu, investasi emas sejauh ini lebih menguntungkan dan aman dibandingkan investasi lainnya,”tandasnya.

[AS]


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Ekonomi

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Ekonomi

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Ekonomi

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Ekonomi

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Ekonomi

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo