digtara.com | MEDAN – Kepala Balai Karantina Pertanian (BKP) Belawan, Hasrul, menyatakan jika pasar dunia saat ini semakin meminati produk sampingan jagung, berupa tongkol kering, dari Sumatra Utara. Baru-baru ini saja, pihaknya telah memfasilitasi ekspor sebanyak 135 ton tongkol kering ke Jepang.
“Produk tersebut telah memenuhi persyaratan teknis dan makin diminati pasar ekspor,” ujar Hasrul, Senin (2/9/2019).
Dari catatan BKP Belawan, sejak Januari hingga Agustus 2019 total eksportasi tongkol jagung kering dari Sumut sudah mencapai 1.000 ton dengan nilai Rp2 miliar. Dalam kegiatan ekspor tersebut BKP juga bertindak sebagai penjamin persyaratan teknis.
Jepang, yang sementara ini menjadi negara tujuan utama, memiliki protokol impor yang cukup ketat. Karena itu, BKP selalu melakukan tindakan karantina sesuai prosedur guna memastikan produk ekspor sehat dan aman sehingga memiliki daya saing di pasar global.
Tongkol jagung kering yang biasanya terbuang begitu saja sebenarnya dapat menjadi peluang bisnis dan menyumbang devisa negara. Terbukti belakangan ini tongkol jagung kering sudah menjadi komoditas baru (emerging product) yang menjadi produk unggulan ekspor baru asal Sumatea Utara.
Lebih rinci, salah satu eksportir tongkor jagung kering di Sumut, Junaedi, mengungkapkan pihaknya memperoleh tongkol jagung dari petani di daerah Deliserdang dan Karo. Pengolahan yang dilakukan adalah menggilingnya dengan ukuran 30 mm dan dijemur hingga kadar air tinggal 14 persen.
“Setelah itu kembali digiling dengan ukuran 4-8 mm dan terakhir dipress dan dikemas dalam karung, dan seluruh proses disesuaikan dengan permintaan negara tujuan,”jelas Junaedi yang merupakan Direktur PT Greenex Sumatera Mandiri itu.
Dari sisi kandungan, Junaedi menjelaskan, jagung merupakan salah satu tanaman pangan penghasil karbohidrat terpenting di dunia. Selain biji, tongkolnya pun tidak kalah bermanfaat untuk digunakan menjadi berbagai produk.
Di antaranya sebagai pakan ternak, bahan kuliner, pengganti bahan plastik, kerajinan, bahan bakar serta pengganti bahan bakar gas.
[AS]