Digtara.com | JAKARTA – Kurs rupiah kemamarin di pasar spot melemah 0,24% ke Rp 14.228 per dollar Amerika Serikat (AS) digempur Beragam sentimen negatif dari eksternal membuat rupiah tak bertenaga. Sementara, kurs tengah rupiah di Bank Indonesia (BI) terkoreksi 0,19% menjadi Rp 14.217 per dollar AS.
Di mana sentimen negatif pertama datang dari prospek manufaktur global yang melambat. Ini terjadi karena manufaktur di kawasan Uni Eropa melambat tujuh bulan berturut-turut. Alhasil, aset emerging market seperti rupiah terbebani.
Menurut Head of Economic & Research UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja mengatakan, rupiah cenderung konsolidasi. Terlebih perang dagang antara China dan AS kembali panas di awal bulan ini. Kedua negara adikuasa tersebut saling balas dalam penerapan tarif impor.
Dia memprediksi rupiah berada di kisaran Rp 14.200–Rp 14.300 per dollar AS.
Hal senanda dikatakan Direktur Garuda Berjangka Ibrahim menambahkan, Brexit Inggris yang belum menemukan titik terang juga membuat mata uang negara berkembang cenderung terkoreksi. Karena itu, dia masih melihat prospek rupiah hari ini masih berfluktuatif kecenderungan melemah tapi dalam rentang tipis.
“Jadi rupiah di hari ini bergerak dalam rentang Rp 14.200–Rp14.256 per dollar AS,” tambahnya.[kontan]