Digtara.com | JAKARTA – Pada perdagangan perdana awal pekan, Selasa (3/9/2019) kemarin Wall Street tergelincir di pasar spot di mana Dow Jones Industrial Average turun 1,08% ke 26.118,02.
Untuk saham Indeks S&P 500 pun turun 0,69% ke 2.906,27. Sedangkan Nasdaq Composite melorot 1,11% ke 7.874,16.
Penyebab penurunan bursa adalah penurunan aktivitas pabrik Amerika Serikat (AS) di bulan Agustus. Ini adalah kontraksi pertama sejak 2016. Angka aktivitas pabrik yang dirilis oleh Institute for Supply Management menunjukkan bahwa aktivitas pabrik AS turun ke 49,1, jauh di bawah prediksi polling Reuters pada 51,1 dan lebih rendah daripada bulan Juli yang sebesar 51,2.
“Sinyal dari data manufaktur ini menunjukkan kondisi yang buruk di tengah tarif impor baru. Ini adalah kabar buruk di atas kabar buruk. Inilah sebabnya investor fokus pada negosiasi,” kata Alec Young, managing director of global market research FTSE Russell.
Dia menambahkan bahwa tidak hanya soal kesepakatan, AS dan China bahkan tidak bisa menyetujui tanggal pertemuan. Dia juga menyebutkan bahwa ketidakpastian Brexit turut menjadi kekhawatiran bagi investor.
Kemarin, parlemen Inggris memicu pemungutan suara yang memungkinkan mereka untuk menghentikan Perdana Menteri Boris Johnson yang mengejar no-deal Brexit.[reuters]