Tensi Politik di Hongkong Memacu Wall Street Meroket

- Kamis, 05 September 2019 00:53 WIB

Digtara.com | JAKARTA – Perdagangan pertengahan pekan ini. Rabu (4/9) Wall Street meroket. Dow Jones Industrial Average menguat 0,91% ke 26.355,47 pada penutupan perdagangan bursa. Indeks S&P 500 pun melaju 1,908% ke 2.937,78. Nasdaq Composite menguat hingga 1,30% ke 7.976,88.

Di mana perbaikan tensi politik di Hong Kong, data ekonomi China serta persetujuan parlemen Inggris untuk menunda Brexit menjadi sentimen positif yang menyokong kenaikan bursa saham pada perdagangan kemarin.

Pemimpin Hong Kong Carrie Lam menarik RUU ekstradisi yang memicu demonstrasi berbulan-bulan di kota bekas jajahan Inggris ini. “Ada kelegaan karena tensi Hong Kong mereda. Ini disertai dengan tidak adanya kabar buruk menyebabkan pasar menguat,” kata Brian Battle, director of trading Performance Trust Capital Partners kepada Reuters.

Pada Rabu sore waktu London, parlemen Inggris menggelar pemungutan suara untuk menyetujui aturan yang didesain untuk mencegah Perdana Menteri Boris Johnson cabut dari Uni Eropa tanpa kesepakatan. “Apapun yang bisa mencegah hard Brexit akan positif bagi pasar saham,” kata Chris Zaccarelli, chief investment officer Independent Advisor Alliance.

Lalu, Bursa makin meriah setelah China melaporkan aktivitas sektor jasa yang naik dalam laju tertinggi tiga bulan terakhir pada Agustus. Data sektor jasa ini sedikit melegakan di tengah penurunan sektor manufaktur.

Kabar positif global ini sedikit meredakan pesimisme pertumbuhan ekonomi yang melambat dan perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China yang masih berkecamuk.

Presiden Federal Reserve New York, John Williams mengatakan bahwa ekonomi AS tampaknya berada dalam kondisi baik. Tapi, dia menambahkan bahwa bank sentral siap bertindak sesuai kebutuhan untuk menghindari penurunan.

Beige Book The Fed yang dirilis kemarin menunjukkan bahwa ekonomi AS tumbuh dalam laju moderat beberapa pekan belakangan. Sektor manufaktur tertekan perlambatan ekonomi global di tengah daya beli konsumen yang menunjukkan sinyal bervariasi.[kontan]


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Simak 6 Saham Rekomendasi Analis: IHSG Berpotensi Menguat Lagi Hari Ini Rabu 12 November 2025

Ekonomi

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Ekonomi

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Ekonomi

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Ekonomi

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Ekonomi

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur