Digtara.com | JAKARTA – Pada perdagangan Kamis (5/9). Kemarin, Wall Street kembali melaju kencang di pasar spot di mana Dow Jones Industrial Average menguat 1,41% ke 26.728.
Indeks S&P 500 menguat 1,30% ke 2.976. Sedangkan Nasdaq Composite melonjak hingga 1,75% ke 8.116,83.
Sementara, lonjakan pasar saham Wall Street ini melengkapi kenaikan pasar saham Asia dan Eropa pada perdagangan kemarin. Bursa global melaju setelah China mengatakan bahwa pembicaraan dagang dengan Amerika Serikat (AS) akan dilakukan pada Oktober mendatang di Washington.
Rencana pembicaraan dagang ini disusun lewat pembicaraan telepon antara Wakil Perdana Menteri China Liu He dengan US Trade Representative Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin.
Ini akan menjadi pembicaraan dagang tatap muka pertama sejak kegagalan pertemuan AS-China pada akhir Juli lalu. “Di satu titik, kedua negara harus mencapai kesepakatan,” kata Stephen Massocca, senior vice president Wedbush Securities kepada Reuters.
Tapi, Massocca mengingatkan bahwa dalam 16 bulan terakhir, kabar baik dari perdagangan global bisa langsung luntur hanya dengan satu tweet. “Kita pernah melihat kejadian ini sebelumnya dan ketika pembicaraan dagang mandek, akan ada pelarian aset dan koreksi pasar,” kata dia.
Selain rencana pembicaraan dagang kedua negera, pasar saham pun melaju tersulut data ekonomi AS. Menurut data ADP, pertumbuhan pembayaran upah di sektor swasta naik lebih tinggi daripada prediksi. Selain itu, ISM melaporkan adanya peningkatan aktivitas sektor jasa di AS. Pasar akan menunggu data tenaga kerja yang dirilis hari ini oleh Departemen Tengara Kerja AS.[kontan]