Digtara.com | JAKARTA – Pada awal perdagangan hari ini. Jumat (6/9) pukul 8.06 WIB Nilai tukar rupiah menguat lagi, kurs rupiah spot menguat 0,14% ke Rp 14.135 per dolar Amerika Serikat (AS).
Penguatan rupiah dalam tiga hari berturut-turut. Dalam sepekan, kurs rupiah pun menguat 0,44%. Secara mingguan, rupiah menguat dalam empat pekan terakhir.
Sementara, Rupiah menguat bersama mayoritas mata uang Asia pada pagi ini. Won masih memimpin penguatan sebesar 0,39% ketimbang hari kemarin. Sementara pelemahan kurs tampak pada mata uang peso Filipina, yen, dan yuan offshore.
Morgan Stanley menghapus rekomendasi short pada mata uang emerging Asia di tengah stimulus moneter China dan prospek negosiasi perdagangan AS dan China. “Ini adalah perkembangan bullish bagi emerging market di tengah tanda-tanda perlambatan ekonomi AS yang bisa memicu pergeseran dovish kebijakan Federal Reserve,” ungkap James Lord, strategist Morgan Stanley yang dikutip Bloomberg dari laporan.
Morgan Stanley menghilangkan rekomendasi short pada CNH/JPY dan KRW/THB, “Yang sebelumnya dilakukan di tengah tensi tinggi perang dagang dan perlambatan ekonomi global.”
Indeks dolar pagi ini pun menguat tipis. Meski menguat, pergerakan indeks yang mencerminkan kurs dolar AS terhadap mata uang utama dunia ini cenderung flat.
Sepanjang tahun ini, nilai tukar rupiah rata-rata di pasar spot berada di Rp 14.177 per dolar AS. Posisi terkuat rupiah adalah pada Rp 13.920 per dolar AS yang tercapai pada 6 Februari. Sedangkan posisi terlemah rupiah Rp 14.525 per dolar AS yang terjadi pada 22 Mei lalu.[kontan]