Selama 5 Hari, Harga Minyak Global Naik

- Selasa, 10 September 2019 01:50 WIB

Digtara.com | JAKARTA – Pada perdagangan hari kelima berturut-turut hingga Selasa (10/9/2019) pagi Harga minyak kembali naik. Hari ini pukul 7.07 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober 2019 di New York Mercantile Exchange berada di US$ 58,18 per barel.

Sementara, harga minyak acuan Amerika Serikat (AS) ini menguat 0,57% jika dibandingkan dengan harga penutupan perdagangan kemarin. Dalam lima hari perdagangan terakhir, harga minyak sudah mengakumulasi kenaikan 7,86% dari posisi Selasa pekan lalu US$ 53,94 per barel.

Di mana harga minyak brent untuk pengiriman November 2019 di ICE Futures pagi ini pun menguat ke US$ 63,05 per barel. Harga minyak acuan internasional ini menguat 0,73% ketimbang harga penutupan perdagangan kemarin.

Sedangkan Harga minyak brent pun naik dalam lima hari perdagangan berturut-turut alias sepekan terakhir. Dalam lima hari, harga minyak brent melonjak 8,22%.

Sejumlah sentimen positif menyokong kenaikan harga komoditas energi ini sejak pekan lalu. Rencana pertemuan AS dan China untuk negosiasi perdagangan menjadi salah satu penyebab kenaikan harga pekan lalu.

Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman yang baru menjabat, mengonfirmasi bahwa dia akan melanjutkan kebijakan pembatasan produksi minyak untuk menopang harga.

“Pengumuman akhir pekan atas perubahan kepemimpinan pada Kementerian Minyak Saudi disertai dengan penegasan pembatasan produksi akan menyebabkan keseimbangan pasar lebih baik,” kata Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates dalam catatan yang dikutip Reuters.

Abdulaziz mengatakan bahwa aliansi OPEC+ akan berlangsung dalam jangka panjang. Pernyataan ini muncul setelah Rusia melaporkan produksi yang lebih tinggi daripada kuota kesepakatan OPEC+ pada bulan Agustus.

Tak hanya Rusia, OPEC pun mencatat produksi yang lebih tinggi di bulan Agustus. Ini adalah kenaikan produksi pertama tahun ini. Kenaikan disebabkan oleh pasokan yang meningkat di Irak dan Nigeria.

Sejumlah eksekutif perusahaan minyak yang menghadiri Asia Pacific Petroleum Conference mengatakan bahwa harga minyak tahun ini tertekan perlambatan ekonomi global, perang dagang AS-China, dan kenaikan pasokan minyak AS.


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Ekonomi

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Ekonomi

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Ekonomi

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Ekonomi

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Ekonomi

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo