Digtara.com | JAKARTA – Pada awal perdagangan Selasa (10/9/2019) Pukul 8.11 WIB Nilai tukar rupiah stagnan dengan kecenderungan melemah tipis pagi ini, kurs rupiah spot berada di Rp 14.035 per dolar Amerika Serikat (AS).
Gaurav Gard FX & rates strategist Citigroup dalam catatan yang dikutip Bloomberg mengatakan posisi rupiah ini melemah Rp 0,50 per dolar AS ketimbang harga penutupan kemarin pada Rp 14.035 per dolar AS.
“Stabilitas rupiah belakangan sangat lkuar biasa. Meski ada aliran dividen keluar, pembayaran kupon obligasi dan lainnya yang terjadi hingga beberapa pekan ke depan, upaya untuk menahan pergerakan rupiah tampaknya berhasil,” katanaya.
Hal senada dikatakan Frances Cheung, head of Asia macro strategy Westpac memperkirakan, rupiah bisa mencapai level maksimal Rp 14.235 per dolar dalam jangka pendek.
Pergerakan rupiah yang cenderung stagnan ini pun tercermin dari pergerakan mata uang Asia yang bergerak mixed. Sebagian mata uang Asia melemah bersama dengan rupiah, seperti yen, peso, baht, dolar Singapura, dan dolar Hong Kong.
Sementara penguatan tampak pada mata uang won, ringgit, yuan offshore, dan dolar Taiwan. Di mana indeks dolar pagi ini menguat ke 98,38 dari posisi kemarin pada 98,28. Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia pun bergerak di rentang sempit antara 98,28 hingga 98,45 sejak pekan lalu