Digtara.com | NEW YORK – Berdasarkan data Bloomberg, Jumat (13/9) pukul 22.45 WIB, harga emas hari ini di pasar spot turun 0,51% ke US$ 1.491,60 per ons troi. Setelah anteng di kisaran US$ 1.500 per ons troi, harga emas kembali ke level US$ 1.490.
Untuk harga emas berjangka Amerika Serikat (AS) untuk pengiriman Desember 2019 turun 0,43% ke US$ 1.500,90 per ons troi dari harga penutupan kemarin pada US$ 1.507,40 per ons troi.
“Alasan utama (harga emas naik) adalah karena dolar lebih rendah. Fokus pasar sekarang adalah pada pertemuan Federal Reserve,” kata Georgette Boele, Analis ABN Amro, kepada Reuters.
Sementara, Dolar AS tergelincir dari level tertinggi dalam satu pekan terakhir, karena euro melonjak seiring kenaikan imbal hasil obligasi Jerman. Sebab, Bank Sentral Eropa (ECB) melakukan pemotongan suku bunga.
Investor sekarang menunggu pertemuan bank sentral AS pada minggu depan. Boele memperkirakan, The Fed memangkas suku bunga setidaknya 25 basis poin.
Para analis mengatakan, kekhawatiran atas perlambatan pertumbuhan ekonomi global dan sebagian besar obligasi pemerintah mencetak imbal hasil negatif akan mendukung emas dalam jangka panjang.
“(Emas) masih dalam kisaran perdagangan lateral. Kami melihat, technical rebound dari level US$ 1.500. Level support US$ 1.500 cukup kuat dan menahan harga,” kata Kepala Analis ActivTrades Carlo Alberto De Casa kepada Reuters.
Namun, kenaikan emas terbatas karena ekuitas global naik ke level tertinggi dalam enam minggu belakangan, sejalan tanda-tanda kemajuan dalam pembicaraan perdagangan AS-China.