Digtara.com | JAKARTA – Perdagangan pagi ini. Senin (16/9) pukul 8,34 WIB Bursa Asia bergerak mixed di tengah pelemahan mata uang. Indeks Hang Seng turun 0,76%. Kospi justru naik 0,26% ke 2.054.
Di mana bursa Jepang tutup hari libur nasional pada hari ini. Taiex menguat 0,30% ke 10.863. Indeks Straits Times turun 0,21% ke 3.204. Sedangkan FTSE Bursa Malaysia naik tipis 0,02%. Indeks Hang Seng menguat 0,35% ke 3.041. Sedangkan Shenzhen menguat 0,36% ke 1.687.
Sementara, pergerakan bursa Asia yang bervariasi ini menyusul serangan drone ke fasilitas pengolahan minyak Arab Saudi pada Sabtu (14/9) lalu. Pejabat senior Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa Iran bertanggung jawab atas serangan ini.
Presiden AS Donald Trump pun mengatakan siap merespons serangan ke fasilitas minyak ini. “Ekspektasi sebelumnya bahwa AS akan melonggarkan sanksi Iran setelah pemecatan John Bolton langsung musnah. Ini akan membawa harga minyak brent menuju US$ 70 per barel dalam jangka pendek,” ungkap ANZ Research.
Sedangkan, Perdana Menteri China Li Keqiang mengatakan bahwa China akan sulit mencapai level pertumbuhan lebih dari 6% karena tingginya basis produk domestik bruto sebelumnya, diiringi dengan pelemahan internasional.
Dalam wawancara dengan media Rusia, Li mengatakan bahwa China menghadapi tekanan akibat perlambatan ekonomi global dan meningkatnya proteksionisme dan unilateralisme. “Bagi China, mempertahankan pertumbuhan 6% atau lebih sangat sulit di tengah situasi internasional yang rumit dan basis yang tinggi,” kata Li.[reuters]