Digtara.com | JAKARTA – Jelang sesi I siang ini, rupiah di pasar spot berada di zona hijau. Berdasarkan Bloomberg Rabu (18/9) pada pukul 11.50 WIB rupiah menguat 0,11% ke level Rp 14.084 per dolar AS. Sementara kemarin rupiah ditutup di level Rp 14.100 per dolar AS.
Menurut ekonom Bank Mandiri Reny Eka Putri menilai rupiah masih berpotensi melemah akibat tertekan sentimen negatif konflik di kilang minyak Arab Saudi. Gara-gara peristiwa tersebut, harga minyak dunia kini naik. Konflik tersebut juga membuat pelaku pasar ragu The Fed akan menurunkan suku bunga.
Padahal, menurut Analis Global Kapital Investama Alwi Assegaf, ada sentimen positif dari dalam negeri. Di Agustus lalu, Indonesia mencetak surplus neraca dagang US$ 85,1 juta.
Tapi, pasar kembali memburu dollar AS karena perang dagang yang mereda dan potensi resesi AS memudar.
Hari ini, Alwi memperkirakan kurs rupiah melemah dan bergerak antara Rp 14.050–Rp 14.160. Reny memprediksi rupiah melemah dan bergerak di Rp 14.080–Rp 14.195.