digtara.com | JAKARTA – Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis (26/9/2019) kemarin ditutup menguat 1,37% ke level 6230,334. Stabilitas politik disebut menjadi sentimen positif bagi pasar.
Menurut Head of Research Infovesta Wawan Hendraya menilai penguatan IHSG hari ini dipengaruhi oleh beragam faktor dari mulai teknikal rebound hingga stabilitas politik pasca demo yang mereda.
Dia memproyeksikan IHSG akan menguat ke level 6150-6230, sementara Hans memproyeksikan IHSG akan berada di level 6165–6282.
Adapun untuk rekomendasi saham yang layak diakumulasikan pada perdagangan esok hari Wawan masih merekomendasikan saham BBCA (anggota indeks Kompas100) untuk diakumulasikan dengan pertimbangan valuasi yang sedang murah dan adanya sentimen penurunan suku bunga yang baik bagi emiten perbankan.
Sementara itu dari dalam negeri, Wawan menyatakan jika demo tidak kembali memanas maka akan menjadi sentimen yang positif bagi pergerakan IHSG. “Sepanjang tidak ada demo-demo susulan yang dianggap bisa mengganggu perekonomian seharusnya IHSG masih akan menguat,†tutur Wawan.
Selain itu, Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee menilai adanya harapan akan tercapainya kesepakatan baik terkait perang dagang AS-China lebih cepat, penandatanganan perjanjian yang mencegah perang dagang AS-Jepang, dan sentimen Trump yang meminta penyidikan pada pesaingnya di pemilu 2020 juga menjadi sentimen penguat IHSG pada hari ini.
Pada perdagangan esok hari Hans menilai pasar masih akan memperhatikan sentimen perang dagang serta mengamati keberlanjutan dari sentimen no deal Brexit.
Kompak dengan Hans, Wawan juga menilai sentimen global masih akan mempengaruhi pergerakan pasar seperti sentimen penyelidikan terkait isu Trump yang mengintervensi presiden Ukraina untuk menyelidiki lawan politiknya.
Baik Wawan dan Hans, sama-sama memproyeksikan IHSG akan melanjutkan penguatannya pada perdagangan pada Jumat (27/9/2019) hari ini.[]