digtara.com | JAKARTA – Di awal pekan Selasa (1/10) pukul 7.46 WIB harga emas naik tipis setelah anjlok, harga emas untuk pengiriman Desember 2019 di Commodity Exchange berada di US$ 1.478,80 per ons troi.
Harga emas ini naik tipis 0,40% dari harga penutupan perdagangan kemarin pada US$ 1.472,90. Harga emas spot justru melanjutkan penurunan pada hari ini ke US$ 1.472,05 per ons troi dari sebelumnya US$ 1.472,49 per ons troi.
Kemarin, harga emas spot turun 1,64% dan harga emas berjangka merosot 2,22% dalam sehari. Sepanjang bulan September, harga emas berjangka turun 3,69% dan harga emas spot turun 3,15%.
Sedangkan pada periode kuartal ketiga, harga emas spot dan berjangka masing-masing mencatat kenaikan 4,46% dan 3,35%.
“Harga emas dan perak melanjutkan penurunan karena penguatan tipis nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) dan kondisi geopolitik yang relatif tenang,” kata Edward Meir, analis INTL FCStone kepada Reuters.
Investor kini mencermati negosiasi dagang AS dan China yang akan berlangsung pekan depan. Investor pun akan memperhatikan kebijakan moneter Federal Reserve selanjutnya setelah dua kali memangkas suku bunga acuan di tahun ini.
“The Fed mengatakan akan sangat hati-hati menurunkan suku bunga karena belum jelas penurunan ini diperlukan atau tidak. Ini menunjukkan bahwa potensi pertumbuhan masih ada di tengah kekhawatiran resesi,” kata Jeffrey Christian, managing partner CPM Group kepada Reuters.