digtara.com | JAKARTA – Selepas tengah pada perdagangan Senin (14/10/2019) siang hari rupiah masih berada di zona hijau. Mengutip Bloomberg pada pukul 13.00 WIB, rupiah di pasar spot menguat 0,12% ke level Rp 14.121 per dolar AS.
Rupiah tak sendirian, soalnya sejumlah mata uang Asia lain juga menguat di hadapan dolar AS hingga siang hari ini.
Yuan on shore China jadi yang paling perkasa dengan menguat 0,39% terhadap dolar AS. Penguatan juga dialami dolar Singapura, won Korea Selatan, dolar Taiwan, ringgit Malaysia, hingga rupee India.
Di sisi lain, dolar Hong Kong, dan baht Thailand justru tertunduk di hadapan USD.
Sejumlah analis menilai tren penguatan rupiah hari ini terdorong sejumlah faktor. Di antaranya sejalan dengan berakhirnya negosiasi dagang antara Amerika Serikat dan China yang memunculkan optimisme bahwa perang dagang segera berakhir.
Alhasil, peluang rupiah melanjutkan penguatan di awal pekan ini terbuka lebar.
Analis Asia Trade Point Futures Deddy Yusuf Siregar mengatakan, kedua negara akhirnya menyepakati beberapa persyaratan, seperti penundaan tarif impor tambahan terhadap barang asal China yang seharusnya efektif pada 15 Oktober.
“Sentimen positif tersebut akan menguatkan rupiah di perdagangan Senin,” kata dia.
Sementara ekonom Bank Permata Josua Pardede menambahkan, data inflasi Negeri Paman Sam periode September yang cuma 0,0% atau lebih rendah dari konsensus analis sebesar 0,1% membuat tekanan pada the greenback semakin besar. Karena itu, rupiah dapat mengambil kesempatan untuk melanjutkan penguatan.