digtara.com | JAKARTA – Melansir dari RTI selama sepekan IHSG telah menguat 0,98%. Investor asing mencatatkan aksi beli bersih di seluruh pasar senilai Rp 325,68 miliar.
Di mana indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (25/10) melemah 1,38% ke level 6.252,34.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Investa Saran Mandiri, Hans Kwee menilai, penguatan IHSG selama sepekan tidak lepas dari pengumuman dan pembentukan kabinet Indonesia Maju. Pada hari Senin (21/10), IHSG sempat melemah tetapi pasar berbalik menguat sebab kemunculan nama-nama profesional yang diisukan akan mengisi pos menteri.
“Pada Rabu, market melakukan aksi profit taking tetapi dengan adanya pembentukan kabinet maka IHSG menguat,†ujar Hans kepada Kontan.co.id, Jumat (25/10).
Selain sentimen pembentukan kabinet, penguatan IHSG juga disebabkan oleh penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia. Untuk pelemahan indeks pada hari ini, Hans bilang murni akibat aksi profit taking.
Senada, Kepala Riset Koneksi Kapital Alfred Nainggolan mengatakan, menguatnya IHSG pekan ini dipengaruhi oleh sentimen pelantikan dan pembentukan kabinet baru. Alfred memperkirakan, IHSG akan memasuki fase konsolidasi pada pekan depan. Ia bilang kemungkinan IHSG akan lebih didominasi oleh sentimen global salah satunya adalah kesepakatan perang dagang tahap pertama antara Amerika Serikat (AS)-China yang kemungkinan diteken pada November mendatang.
Sebab, ia melihat sentimen internal seperti pemilihan menteri dan pembentukan kabinet sudah tidak terlalu kuat. “Masalah pelantikan dan sebagainya sudah clear, tinggal nanti bicara masalah sentimen eksternal,†lanjutnya.
Alfred memprediksi, IHSG pekan depan tidak begitu jauh dari kondisi indeks pekan ini,yakni berada di kisaran 6.250–6.400.
Sementara, Hans memperkirakan IHSG akan dipengaruhi oleh beberapa sentimen global seperti kesepakatan Brexit antara Inggris dengan Uni Eropa dan ekspektasi penurunan suku bunga AS Fed Fund Rate.
Sementara faktor internal akan lebih banyak dipengaruhi oleh kebijakan kabinet baru dan rilis kinerja keuangan emiten pada kuartal III 2019.