Cari Tambahan Cadangan Migas, Pertamina “Ngebor” Sumur Baru di Langkat

Redaksi - Selasa, 01 Januari 2019 06:54 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.digtara.com/uploads/2019/01/pertamina-melakukan-pengeboran-minyak-ilustrasi.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 172

digtara.com | LANGKAT – PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Eksplorasi (EP), melakukan eksplorasi baru di kawasan Radiatus Madu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Eksplorasi ini dilakukan untuk mencari tambahan cadangan minyak dan gas (migas) nasional.

Direktur PT Pertamina EP, Nanang Abdul Manaf mengatakan,dari penelitian yang mereka lakukan, kawasan Radiatus Madu memiliki potensimigas sebesar 21 juta barrel setara minyak (MMBOE). Dengan detail sebanyak 10,8juta barel skenario minyak (MMBO) dan 62,8 miliar kaki kubik gas (BCF).

“Eksplorasi ini dilakukan dalam rangka mencari cadanganterbaru. Total potensinya kira-kira ada 21 MMBOE,” kata Nanang sepertidilansir detikfinance, Selasa (1/1/2019).

Nanang pun menyebutkan nantinya Pertamina EP akan mengeborsedalam 2.125 meter ke dalam tanah untuk mencari cadangan minyak di RadiatusMandi. Dia mengatakan dalam 68 hari hasil dari eksplorasi akan bisa dilihat dandievaluasi.

“Nanti sekitar dua bulan kita lakukan pengeboransedalam 2.126 meter, 68 hari lah, 30 hari pengeboran sisa 38 harinya nanti kitacoba komplesi. Nanti, bisa lebih cepat kalau komplesi dan tesnya bisacepat,” ungkap Nanang.Nanang melanjutkan bahwa eksplorasi yang dilakukan di Radiatus Madu bisamemakan waktu selama 3 tahun untuk menemukan cadangan terbukti atau proven.

“Tahun 2019 katakanlah discovery, nanti kita akan evaluasi lagi hasilnya. Untuk memastikan kandungan dalam sumur kita gunakan lagi data seismik butuh 3-4 bulan, kemudian kita ajukan sumur lagi dua atau tiga lagi, rata-rata kita butuh tiga tahun lah,” ungkap Nanang. Pengeboran sumur eksplorasi ini sendiri memakan investasi sebesar USD 13 juta. Sumur pertama di Radiatus Madu ini akan disebut sebagai sumur RDM-01, dan masuk ke dalam wilayah kerja Pertamina EP Asset I, paling dekat dengan Lapangan Migas Pangkalan Susu, Langkat, Sumut.

[DTF/AS]

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Ekonomi

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Ekonomi

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Ekonomi

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Ekonomi

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Ekonomi

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo