digtara.com | MEDAN –Jumlah penumpang Kereta Api (KA) di Sumatera Utara pada tahun 2019 lalu, tercatat sebesar 4.266.279 orang. Jumlah itu naik 1,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional I- Sumut, M Ilud Siregar menyatakan, pertumbuhan jumlah penumpang kereta api di tahuh 2019, didorong oleh pertumbuhan jumlah penumpang kereta api bisnis dan eksekutif.
“Saat ini, semakin banyak penumpang yang memilih kelas bisnis dan eksekutif karena kualitasnya. Manajemen KAI sendiri terus berupaya meningkatkan layanan dan keamanan, seperti kualitas di dalam stasiun, kereta api dan sumber daya manusia untuk peningkatan layanan kepada penumpang,”ujar Ilud seperti dilansir Antara, Minggu (19/1/2020).
Ilud menjelaskan, PT KAI Divre I Sumut meluncurkan KA New Sribilah Eksekutif relasi Medan-Rantau Prapat pada September 2019 lalu. Peluncuran kereta dengan jumlah kursi 300 unit ini lantaran tingginya okupansi penumpang dari Medan ke Rantau Prapat dan sebaliknya.
“Bahkan, banyak calon penumpang yang kerap melaporkan tak kebagian tiket,â€tukasnya.
Namun jika dibandingkan tahun 2018, pertumbuhan jumlah penumpang KAI di Sumut yang dicapai pada 2019 melambat. Di 2018, jumlah penumpang tumbuh 5,04% dibandingkan jumlah penumpang sebanyak 3.997.473 di 2017.
“Pada 2018, pendorong utama kenaikan jumlah penumpang adalah kelas ekonomi. Jumlah penumpang kelas bisnis justru berkurang, dari 558.216 penumpang di 2017 menjadi 534.712 di 2018,â€paparnya.
Untuk meningkatkan jumlah penumpang, lanjut Ilud, PT KAI semakin memberi kemudahan dalam pembelian tiket. Selain itu, jumlah personel keamanan dan sistem pengamanan yang semakin baik akan menambah rasa aman dan nyaman pada penumpang.
[AS]