digtara.com | JAKARTA – Pada akhir perdagangan Selasa (28/1/2019) kemarin Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah 0,35% ke level 6.111,18.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Riset Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan indeks sempat bergerak di level 6.100 pada perdagangan sesi pertama hari ini.
“Akibat tensi kasus Jiwasraya kembali menghantui kepercayaan investor,” terangnya.
Dia memproyeksikan ada peluang untuk menguat dengan support dan resistance di kisaran level 6.100-6.200.
Secara teknikal, IHSG membentuk pola candlestick dragon fly dengan indikasi bullish reversal setelah mencapai target double top dan FR 61,8% di kisaran 6.100. Indikator stochastic bergerak mulai jenuh dan berpotensi golden-cross mengiringi indikator RSI yang jenuh pada momentum yang sangat rendah.
Sementara itu, analis Panin Sekuritas William Hartanto memprediksi pergerakan IHSG besok akan berbalik. Hal ini didorong oleh faktor teknikalnya.Menurut William, IHSG membentuk pola long tail hammer yang secara teknikal merupakan pola pembalikan arah, terdapat gap pada 6.131 yang diperkirakan akan menjadi target pergerakan IHSG hari ini.
“IHSG berpotensi technical rebound dalam kisaran 6.080 sampai dengan 6.131,” kata William Hartanto.
Selain itu, William juga melihat pasar di luar negeri mulai rebound.
Menurutnya, pergerakan IHSG yang memerah hari ini didorong oleh sentimen yang diulang kembali yakni virus corona.
Dia memprediksi pelaku pasar nampak memutuskan untuk menyudahi sentimen tersebut dan membalikkan arah pasar.