digtara.com | JAKARTA – Awal bulan Februari ini. Senin (3/2/2020) sekira pukul 8,.28 WIB Bursa Asia masih melemah. Indeks Nikkei 225 melorot 1,43% ke 22.871. Indeks Hang Seng terkoreksi 0,47% ke 26.189.
Di mana Indeks Taiex anjlok 2,47%^ke 11.212. Kospi turun 1,57% ke 2.085. Sedangkan Straits Times turun 0,75% ke 3.130 dan FTSE Malaysia turun 0,76% ke 1.519.
Indeks Shanghai langsung terjun 8,6% setelah libur panjang sejak 24 Januari lalu. Shanghai Composite menyentuh level terendah sejak Februari 2019. Hingga saat ini, sebanyak 361 orang meninggal di China akibat virus corona.
Untuk menangkal kepanikan, bank sentral China menyuntikkan 1,2 triliun yuan atau US$ 173,8 miliar likuiditas ke pasar lewat operasi reverse repo pada hari ini. Pemerintah China juga mengatakan akan membantu korporasi yang memproduksi barang-barang vital untuk melanjutkan operasional secepat mungkin.
“Intervensi awal ini ditujukan untuk mengangkat keyakinan, tapi tampaknya belum cukup untuk menahan penurunan tajam di kuartal pertama,” kata ekonom Citi dalam catatan yang dikutip Reuters.
Citi mengungkapkan bahwa sebagian besar pekerja belum akan masuk hingga 9 Februari. Alhasil, penurunan produksi akan lebih besar daripada ekspektasi hingga data aktivitas pabrik pun tertekan. Ini belum lagi ditambah penurunan akibat penyebaran virus corona.
Citi menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi China tahun ini menjadi 5,5% dari sebelumnya 5,8%.