IHSG Telah Menguat 1% Dalam Sepekan

- Sabtu, 08 Februari 2020 01:43 WIB

digtara.com | JAKARTA – Berdasarkan perdagangan Jumat (7/2/2020) kemarin Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,21% ke level 5.999,61. Penguatan ini melengkapi pergerakan IHSG yang telah menguat 1% dalam sepekan.

Di mana investor asing pun kembali masuk ke pasar saham domestik. Terbukti, dalam sepekan ada sebanyak Rp 312,23 miliar dana asing yang masuk ke pasar saham.

Menurut Presiden Direktur CSA Institute Aria Santoso menilai, penguatan IHSG selama sepekan ini tidak lepas dari sentiment global. Salah satu adanya kesepakatan dagang fase pertama antara Amerika Serikat (AS) dan China yang memberikan harapan akan membaiknya pertumbuhan ekonomi di Asia dan global.

Selain itu, tindakan antisipasi yang dilakukan China dengan melakukan isolasi wabah virus corona di Wuhan juga meredakan kepanikan para investor akan adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi negeri Tirai Bambu tersebut.

“Selain itu, pasar menyambut keluarnya laporan keuangan emiten kuartal IV 2019. Akan terlihat perusahan pilihan yang dapat dijadikan pilihan investasi di 2020,” terangnya.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai, penguatan yang dialami IHSG dalam sepekan tidak lepas dari beberapa rilis data ekonomi pada pekan ini, seperti data inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang stabil.

Pada 4 Februari 2020, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,02% sepanjang 2019. Meski terkesan mandek, namun Indonesia berhasil mempertahankan pertumbuhan ekonomi di atas 5%.

Di sisi lain, laju inflasi juga dinilai cukup terjaga. BPS mencatat laju inflasi pada Januari 2020 berkisar 0,39 secara month-on-month (mom)

“Di samping itu juga didukung dengan bursa global dan regional yang memperlihatkan pergerakan positif,” kata Herditya.

Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani mengatakan, laju IHSG yang menguat tidak terlepas dari rilis cadangan devisa yang disambut baik oleh pasar.

Jumat (7/2), Bank Indonesia (BI) mengumumkan posisi cadangan devisa akhir Januari 2020 sebesar US$ 131,7 miliar. Jumlah ini meningkat 1,93% dibandingkan dengan posisi cadev akhir Desember 2019 yang sebesar US$ 129,2 miliar.

“Sementara dari global, sentimen gagalnya impeachment (pemakzulan) Trump juga disambut baik oleh investor,’ kata Hendriko.

Untuk pekan depan, Hendriko memprediksi IHSG bakal menguat dan menguji resistance psikologis di level 6.000. Hendriko memperkirakan, IHSG akan bergerak di kisaran 5.878-6.150 dalam sepekan ke depan.


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Kamis, 29 Januari 2026: IHSG Ambrol 7,35%, Kapitalisasi Pasar Susut Rp1.259 Triliun

Ekonomi

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Rabu 28 Januari 2026, BUMI hingga GOTO Menguat

Ekonomi

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Selasa, 27 Januari 2026

Ekonomi

Rekomendasi Aplikasi Trading Terbaik di Indonesia 2026 untuk Pemula dan Profesional

Ekonomi

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Jumat 23 Januari 2026, Waspada Koreksi ke 8.956

Ekonomi

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Kamis 22 Januari 2026, Waspada Koreksi Lanjutan