digtara.com |  MALTENG – Warga di Maluku Tengah (Malteng) kini tengah dihebohkan dengan penemuan beras tak layak konsumsi yang dijual di wilayah mereka. Ironisnya, beras yang belakangan disebut warga sebagai ‘beras plastik’ itu dijual dengan karung ukuran 50 kilogram berlabelkan Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog).
Kasus yang menghebohkan itu terungkap, setelah Asisten I Sekretariat Daerah Malteng yang juga Plt Kadis Perdagangan dan Perindustrian Malteng, Bahrun Kalau melaporkan masalah ini ke Polres Malteng pada Minggu (16/2/2020) siang.
Bahrun melaporkan penemuan ‘beras plastik’ itu di Pasar Binaya, Kota Masohi Ibukota Maluku Tengah.
Informasi yang dihimpun, keberadaan beras tak layak konsumsi itu pertama kali disampaikan oleh seorang perempuan bernama Nurjana.
Nurjana membeli beras bulog ukuran 50 kilogram di Minimarket Rianti di Pasar Binaya. Beras itu akan dimasak untuk kebutuhan pakan ternaknya.
Darmila Patty, rekan Nurjana yang bertugas memasak beras itu kemudian mengukus beras tersebut. Namun setelah dikukus, beras bukannya lunak. Beras justru menjadi kenyal seperti plastik atau karet.
Asisten I Sekretariat Daerah Malteng yang juga Plt Kadis Perdagangan dan Perindustrian Malteng, Bahrun Kalau, memeriksa laporan penemuan ‘beras plastik’ di Pasar Binaya (tiar/digtara)
Beras itu kemudian dikembalikan Darmila ke Minimarket Rianti di Pasar Binaya. Ia membawa serta beras yang sudah dikukus tersebut.
Pemilik Minimarket Rianti, Zainudin Ali kemudian mengambil beras dan sampel nasi tersebut. Kemudian ia menguyahnya. Namun nasi tersebut terasa kenyal. Ia kemudian meremas nasi seperti berbentuk bola dan kemudian dibanting ke lantai. Ternyata nasi itu memantul seperti karet.
Zainuddin Ali mendapatkan beras itu dari distributor Gudang Bulog yang berlokasi di Waihaong, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.
“Penjual beras sempat mengunyah nasi itu. Namun rasanya lain juga. Ia kemudian meremas nasi itu seperti bola kecil, dan dibanting ke lantai. Hasilnya nasi itu memantul seperti bola karet,“ kata Bahrun Kalau.
Hingga saat ini, kabar beredarnya beras plastik itu telah menghebohkan warga Maluku Tengah.
[AS]