digtara.com | JAKARTA – Perdagangan Jumat (14/2) kemarin Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,09% ke level 5.866,94.
Pelemahan tersebut melengkapi pergerakan indeks yang telah terkoreksi 2,21% selama sepekan.
Hal tersebut tidak menyurutkan minat investor asing untuk masuk ke pasar saham. Terbukti, pekan lalu investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 92,03 miliar di pasar reguler.
Sementara pada perdagangan Senin (17/2), beberapa analis memprediksi IHSG akan berbalik menguat. Direktur Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, rilis data perekonomian yakni neraca perdagangan akan menopang pergerakan IHSG hari ini.
Sebab, neraca dagang diperkirakan akan berada dalam kondisi cukup stabil sehingga dapat memberikan sentimen positif terhadap pola gerak IHSG.
Selain itu, Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani memprediksi akan ada technical rebound yang akan mengarahkan IHSG ke zona hijau.
“Kalau secara teknikal ada potensi technical rebound dalam waktu dekat,” ujar Hendriko
Namun, Hendriko mengatakan peristiwa pengeboman Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat di ibu kota Irak, Baghdad, Minggu (16/2) pagi berpotensi untuk menciptakan panic selling pada indeks domestik.
Ini merupakan serangan ke-19 sejak Oktober 2019 lalu yang menjadikan kedutaan AS sebagai target.
Hal ini berpotensi menciptakan penurunan sesaat yang biasanya terjadi pada awal perdagangan sebagai respons pasar terhadap sentimen negatif tersebut.
Namun, Hendriko memproyeksikan IHSG akan tetap menguat di kisaran 5.933-6.000. Sedangkan William memperkirakan IHSG akan menguat di rentang 5.821-6.024 pada perdagangan hari ini.