Ekonomi China Melambat Memicu Rupiah Terkoreksi

- Kamis, 20 Februari 2020 00:37 WIB

digtara.com | JAKARTA- Pada perdagangan Rabu (19/2/2020) kemarin penurunan nilai tukar rupiah kembali berlanjut di pasar spot.

Di mana kurs rupiah melemah sebesar 0,01% di posisi Rp 13.695 per dolar Amerika Serikat (AS). Kompak, kurs tengah Bank Indonesia (BI) mencatat rupiah ditutup melemah sebesar 0,29% di angka Rp 13.717 per dolar AS.

Ekonom Pefindo Fikri C. Permana melihat, pergerakan rupiah saat ini dipengaruhi oleh sentimen positif yang diterima dolar AS. Di samping itu, menguatnya harga minyak dunia jenis Brent juga menahan penguatan rupiah.

Menurut Analis Monex Investindo Futures Ahmad Yudiawan menilai, pergerakan rupiah terkoreksi tipis tak terlepas dari wabah virus corona yang berpusat di China. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi China juga ikut melambat.

“Di samping virus corona, penguatan dolar AS juga turut menekan rupiah,” katanya.

Dirinya melihat pergerakan rupiah Kamis (19/2) akan banyak dipicu oleh sentimen internal. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dijadwalkan pada Kamis (19/2) menjadi salah satu alasan.

Pergerakan rupiah hari ii kemungkinan akan banyak dipengaruhi oleh hasil dari RDG.

Sementara, Fikri memberi sinyal tentang kemungkinan BI menurunkan suku bunga acuan Februari 2020 sebesar 25 bps pada RDG.

Bulan lalu, BI mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7-Day Repo Rate di angka 5%.

Fikri mengatakan, nilai tukar rupiah untuk Kamis (19/2) masih ada potensi tertekan. Perilaku risk averse yang mungkin masih diambil oleh investor global jadi salah satu penyebabnya.

“Investor masih akan memburu safe haven asset, seperti dolar AS dan emas,” kata Fikri.

Melihat kondisi tersebut, Fikri menghitung rupiah pada Kamis (19/2) akan berada di rentang Rp 13.660 per dolar AS–Rp 13.780 per dolar AS. Yudi menghitung rupiah dapat bergerak Rp 13.640 per dolar AS–Rp 13.720 per dolar AS.


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Ekonomi

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Ekonomi

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Ekonomi

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Ekonomi

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Ekonomi

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo