digtara.com | JAKARTA – Perdagangan Senin (16/3/2020) rupiah spot ditutup melemah 1,05% ke level Rp 14.933 per dolar AS. Sementara di kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah melemah tipis 0,02% dan berada di level Rp 14.818 per dolar AS.
Rupiah diperkirakan akan menembus level Rp 15.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Selasa (17/3/2020) hari ini.
Menurut Analis Monex Investindo Futures Faisyal melihat rupiah masih akan cenderung melemah pada perdagangan hari ini. Stimulus seperti pemangkasan suku bunga The Fed saja tidak mampu mengangkat kinerja rupiah.
“Oleh sebab itu, pandemi ini masih akan terus menekan rupiah selama solusi dan kondisi yang membaik belum kunjung terlihat. Dengan kondisi seperti ini, mungkin saja aksi jual rupiah masih akan terjadi lagi pada hari ini,†kata Faisyal.
Sementara Head of Research Pefindo Fikri C Permana melihat capital outflow masih mungkin terjadi. Dus memungkinkan pelemahan rupiah akan kembali terjadi pada esok hari.
“Masih besarnya risiko dan sewaktu-waktu bisa terjadi shock di market, utamanya didorong oleh harga minyak dunia, US Treasury dan bursa saham AS nanti malam,†terang Fikri.
Baik Fikri dan Faisyal sama-sama melihat masih ada kemungkinan rupiah akan bergerak menembus Rp 15.000 pada hari ini.
Fikri menghitung rupiah akan bergerak di rentang Rp 14.800 – Rp 15.100 per dolar AS. Proyeksi Faisyal, rupiah akan berada di level Rp 14.600 – Rp 15.200 per dolar AS.[kontan]