digtara.com | JAKARTA – Perdagangan Rabu (18/3) kemarin rupiah di pasar spot ditutup Rp 15.223 per dolar AS Pelemahan rupiah tak terputus meski telah melewati Rp 15.000 per dolar AS.
Rupiah melemah 0,33% dibanding hari sebelumnya. Sedangkan, kurs tengah Bank Indonesia (BI) mencatat rupiah melemah sebesar 0,92% di posisi Rp 15.223 per dollar AS.
Menurut Ekonom Bank Mandiri Reny Eka Putri mengatakan virus corona masih menjadi sentimen utama pelemahan rupiah. Jumlah korban akibat virus corona di dalam negeri menyebabkan outflow di pasar valas, pasar obligasi, dan pasar obligasi.
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo sendiri telah mengeluarkan imbauan bagi masyarakat untuk work from home (WFH) pada Minggu (15/3). Di samping itu, pusat perbelanjaan juga terlihat sepi. Reny melihat imbauan itu akan dapat berdampak buruk pada penurunan daya beli masyarakat.
Konsekuensinya, akan berpotensi menurunkan tingkat pertumbuhan Indonesia. “Kemungkinan perekonomian akan melemah dengan adanya penurunan dari daya beli masyarakat,†kata Reny.
Meski, BI telah melakukan sejumlah stimulus moneter, Reny mengatakan sentimen eksternal terlalu besar sehingga memaksa rupiah untuk terus turun. Sehingga kemungkinan rupiah akan berlanjut menyentuh Rp 16.000 per dolar AS.