digtara.com – Awal pekan ini, Senin (20/4/2020), kurs rupiah spot melemah di hadapan dolar Amerika Serikat (AS)
Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.01 WIB, rupiah spot ke level Rp 15.470 per dolar AS atau melemah tipis 0,03%.
Meski demikian, kans rupiah untuk menguat di hadapan dolar AS masih terbuka.
Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan perkembangan usaha Donald Trump untuk melonggarkan lockdown demi menghidupkan kembali ekonomi AS.
Akan memberi sentimen positif bagi emerging market, termasuk rupiah.
Hal senada, Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan harapan dibukanya lockdown di AS dan beberapa negara Eropa karena penyebaran wabah yang mulai mereda membuat rupiah menguat.
“Ada kabar kemajuan pengujian obat untuk pasien yang terkena virus Covid-19 oleh perusahaan farmasi AS, Gilead Sciences, juga menambah sentimen positif bagi rupiah,” kata Ariston.
Namun, Josua memproyeksikan dalam jangka pendek sentimen perubahan outlook peringkat kredit Indonesia dari S&P
Dari stabil menjadi negatif berpotensi membuat rupiah terkoreksi.
Selain itu, Ariston mengatakan bila angka penyebaran Covid-19 kembali naik dan ekonomi terus memburuk, rupiah berpotensi melemah kembali.
Jika angka penyebaran wabah Covid-19 tidak semakin buruk pada Senin (20/4), maka rupiah berpotensi kembali menguat.
Ariston memproyeksikan rupiah berada di rentang Rp 15.300 per dolar AS hingga Rp 15.550 per dolar AS.
Sementara, Josua memproyeksikan rentang rupiah hari ini (20/4) berada di Rp 15.450 per dolar AS hingga Rp 15.650 per dolar AS.