digtara.com – Pada perdagangan Kamis (23/4/2020) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau. IHSG menguat tipis 0,57% atau 25,992 poin ke level 4.593,55.
Penguatan ini ditopang oleh sektor barang konsumsi yang menguat 2,33%. Disusul oleh sektor manufaktur yang menguat 2,21%.
Ada juga sektor industri dasar dan kimia yang naik 2,06%.
Sementara itu, sektor yang paling memberatkan adalah infrastruktur, utilitas, dan transportasi yang terkoreksi hingga 2,21%.
Disusul dengan sektor properti, real estate, dan konstruksi bangunan menurun 0,55%. Tidak ketinggalan sektor agrikultur turun 0,26%.
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat penguatan tipis IHSG hari ini seiring dengan penguatan di bursa global karena adanya penguatan harga minyak.
Sementara, di bursa Asia, pergerakan pasar cenderung mixed.
Adapun hari ini Jumat (24/4), IHSG diproyeksi bergerak menguat terbatas dan masih muncul kecenderungan untuk terkoreksi.
Menurut Heditya pasar memiliki ekspektasi bahwa data pinjaman di bulan Maret ini akan membengkak.
“Support 4.550 dan resistance 4.650 untuk hari ini,” katanya.
Tidak jauh berbeda, Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan menilai pergerakan IHSG masih diperkirakan melemah terbatas menguji level 4.450 hingga 4.500.
IHSG besok diperberat dengan antisipasi pasar terhadap data ekonomi, terutama data pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2020.
“Wabah Covid-19 di Indonesia dikhawatirkan menekan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ungkap Valdy dalam riset.
Valdy menyarankan tradig buy saham-saham bank seperti BBNI, BBRI, BMRI, dan BBCA. Di sisi lain, investor perlu mewaspadai profit taking pada saham sektor barang konsumer yang sudah menguat hari ini, seperti UNVR dan INDF.
Adapun menurut Valdy penguatan hari ini didorong oleh IHSG yang menguji pivot 4.600. Sejalan dengan pergerakan tersebut, stochastic oscilator membentuk golden cross pada pivot level 50.
Di sisi lain, Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Chris Apriliony menjelaskan IHSG hari ini tetap memiliki peluang menguat di kisaran level 4.580 hingga 4.660.
Apalagi, angka menunjukkan sudah banyak pasien yang sembuh dari infeksi virus corona.