digtara.com | IHSG akan diberatkan oleh rilis data ekonomi di perdagangan Senin (27/4/2020) hari ini di pasar spot.
Sejak awal tahun hingga penutupan perdagangan Jumat (24/4), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terkoreksi 28,63%.
Akan tetapi, selama sebulan perdagangan, IHSG telah bergerak di zona hijau dan naik 3,62%.
Meski demikian, Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama menilai, langkah IHSG pada bulan depan masih cukup terjal.
Sedangakan salah satunya adalah aksi sell in May and go away yakni kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual.
Lalu, di bulan Mei dengan tujuan menghindari penurunan kinerja pasar modal pada periode Mei hingga Oktober.
Tak pelak, aksi jual pun diperkirakan masih akan berlanjut bulan depan.
“Masih akan berlanjut. Minggu ini saja asing masih net sell,†ujar Nafan.
Melansir RTI, investor asing telah meninggalkan pasar saham tanah air bahkan sejak awal tahun atau secara year-to-date.
Sejak awal tahun, jumlah dana asing yang kabur dari pasar ekuitas tanah air mencapai Rp 17,57 triliun di semua pasar dan Rp 21,07 triliun di pasar regular.
Dalam perdagangan pekan lalu, jumlah dana asing yang menguap dari pasar saham tanah air cukup jumbo, yakni mencapai Rp 2,59 triliun di pasar regular dan Rp 2,67 triliun di semua pasar.
Selain itu, Nafan menilai IHSG akan diberatkan oleh rilis data ekonomi, salah satunya purchasing managers’ index (PMI) manufaktur negara-negara maju.
PMI manufaktur di Amerika Serikat (AS) misalnya, untuk periode April 2020 berada di 36,9. Angka ini anjlok dari pencapaian PMI pada Maret 2020 yakni 48,5.
Bahkan, PMI Manufaktur AS pada periode April 2020 menjadi yang terendah dalam 11 tahun terakhir. Tidak hanya AS, PMI di Jepang dan Australia juga ikut turun.
Pun begitu dengan PMI Manufaktur Indonesia, yang dilaporkan per Maret 2020 sebesar 45,3 atau turun dibandingkan bulan sebelumnya yaitu di angka 51,9.
Dimana perkembangan vaksin masih mengalami perjalanan yang panjang.[kontan]