digtara.com – Maskapai raksasa dunia Emirates mengumumkan akan memangkas sejumlah pekerja sebagai buntut dari dampak finansial akibat pandemi virus Korona (Covid-19).
Dua pekan lalu, perusahaan menyatakan tengah mempertimbangkan rencana untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 30 ribu pekerjaan, atau mengurangi jumlah pegawai hingga sekitar 30 persen.
Meskipun rincian pemutusan hubungan kerja tersebut belum diumumkan ke publik, namun dikatakan bahwa sekitar 180 pilot yang mengikuti pelatihan Airbus A380, serta 400 awak kabin yang sedang dalam masa percobaan telah dilepaskan.
Seperti dilansir Airline Geeks, Jumat, 5 Juni 2020, maskapai yang berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab tersebut mengatakan, situasi saat ini memaksa mereka untuk mengambil tindakan untuk mempertahankan operasi bisnisnya selama beberapa bulan ke depan.
Emirates mengindikasikan bahwa ini merupakan fase pertama dari skenario PHK, dan banyak pemangkasan tenaga kerja akan menyusul ke depan jika hasil reevaluasi menunjukan hal itu penting untuk melindungi maskapai secara finansial.
“Meskipun kami tetap berusaha mempertahankan mitra kerja saat ini, kami mengkaji segala skenario yang memungkinkan untuk melangsungkan operasi bisnis kami. Kami sampai pada kesimpulan, yang sangat disayangkan harus mengucapkan selamat tinggal kepada beberapa orang hebat yang pernah bekerja untuk kami,” ungkap salah seorang juru bicara Emirates.
Keputusan Sulit