Dampak Covid-19, 6.000 Karyawan Maskapai Penerbangan Qantas di-PHK

- Kamis, 25 Juni 2020 10:50 WIB

digtara.com – Maskapai penerbangan nasional Australia, Qantas akan memberhentikan 6.000 orang karyawan dan mengistirahatkan 15.000 tenaga kerjanya agar bisa bertahan dari krisis yang disebabkan oleh virus korona atau COVID-19. Dampak Covid-19, 6.000 Karyawan Maskapai Penerbangan Qantas di-PHK

CEO Qantas, Alan Joyce yang sempat mengklaim maskapai berada dalam posisi keuangan yang jauh lebih kuat daripada saingannya, kini menyampaikan perusahaan telah berusaha mengumpulkan modal baru, hingga penerbangan kembali dibuka seperti sediakala.

Alan mengatakan kemungkinan krisis yang dihadapi saat ini akan memakan waktu yang cukup lama, bahkan penerbangan internasional paling tidak dilanjutkan sebelum bulan Juli tahun depan. Ia pun berharap pemerintah Australia dapat memperpanjang subsidi yang direncanakan berakhir pada bulan September.

“Kami sedang melakukan diskusi yang baik dengan pemerintah tentang kemungkinan memperpanjang pemberi kerja, atau bentuk dukungan lain, bagi mereka yang berada di industri penerbangan yang akan mundur untuk waktu yang lama,” kata Alan dikutip dari The Guardian, Kamis, 25 Juni 2020.

Alan juga mengatakan Qantas telah berbicara dengan pemerintah mengenai kemungkinan memperpanjang skema bantuan COVID-19 bagi para pekerja, termasuk staf Qantas.

“Kami juga berbicara dengan pemerintah negara bagian mengenai pembukaan perbatasan mereka karena, begitu dibuka, kami dapat membuat lebih banyak orang kembali bekerja,”  ungkapnya.

Armada Qantas yang terdiri dari 12 pesawat jarak jauh Airbus A380, yang dapat mengangkut lebih dari 800 penumpang, akan disimpan dan tidak dioperasikan diperkirakan hingga tiga tahun ke depan.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison menyatakan hilangnya ribuan pekerjaan di Qantas sangat memilukan. Sementara, Sekretaris nasional Serikat Pekerja Transportasi, Michael Kaine meminta Qantas dan Pemerintah Federal bertanggung jawab atas hilangnya pekerjaan ribuan orang Australia ini.

“CEO Qantas piawai melobi Canberra bila sesuai dengan agendanya, namun dia begitu gampangnya memecat orang. Qantas terburu-buru mengambil keputusan untuk memangkas ribuan pegawainya,” sebut Michael.

[ya]

Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube Digtara TV. Jangan lupa, like comment and Subscribe.

Dampak Covid-19, 6.000 Karyawan Maskapai Penerbangan Qantas di-PHK


Tag:
PHK

Berita Terkait

Ekonomi

Amazon PHK 30.000 Karyawan Korporat demi Efisiensi dan Otomatisasi Berbasis AI

Ekonomi

Renault Bakal Pangkas 3.000 Pekerja di Seluruh Dunia

Ekonomi

Gagal Juara Liga Europa, Manchester United Lakukan PHK Massal

Ekonomi

Telat Ajukan Cuti ke Pimpinan, Karyawan Ekspedisi Medan Diberhentikan Tanpa Surat

Ekonomi

Pemkab Deli Serdang Hentikan 278 Tenaga Honorer Mulai Mei 2025

Ekonomi

Perusahaan Baterai Raksasa Sweida Bangkrut, 5.000 Karyawan Bakal Kena PHK