Khawatir Kenaikan Infeksi Virus Covid-19 Sebabkan Dolar AS Menguat

- Jumat, 26 Juni 2020 00:35 WIB

digtara.com – Dolar AS menguat pada akhir perdagangan karena pembelian aman dipicu peningkatan kekhawatiran atas kenaikan cepat infeksi virus korona di beberapa negara bagian AS & ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Jumlah kasus harian baru di seluruh Amerika Serikat naik mendekati rekor tertinggi. Texas menghentikan pembukaan kembali secara bertahap sebagai tanggapan atas lonjakan infeksi COVID-19 dan perawatan di rumah sakit seperti dilansir dari Antara, Jumat pagi (26/062020).

“Ini akselerasi sangat cepat di banyak negara bagian AS, yang akan terus menjadi masalah bagi pasar,” kata Erik Nelson, ahli strategi makro di Wells Fargo di New York.

Data pada Kamis (25/06/2020) menunjukkan permintaan yang lemah memaksa pengusaha-pengusaha AS memberhentikan pekerja, mempertahankan permohonan baru untuk tunjangan pengangguran yang sangat tinggi, bahkan ketika bisnis telah dibuka kembali.

Pesanan baru untuk barang modal buatan AS rebound lebih dari yang diperkirakan pada Mei, tetapi hanya memperoleh kembali sebagian dari penurunan dua bulan sebelumnya.

Pasar valas sebagian besar telah melacak pergerakan ekuitas karena sentimen risiko berubah. Wall Street beragam pada Kamis (25/6/2020) setelah hari terburuk S&P 500 dalam dua minggu.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, terakhir menguat 0,18 persen menjadi di 97,41.

Perselisihan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa, di mana Washington menandai kemungkinan perubahan tarif pada barang-barang UE, juga merusak sentimen risiko.

Euro tergelincir karena aset berisiko di kawasan itu, termasuk obligasi Italia, melemah, dan ketika Bank Sentral Eropa (ECB) berselisih kembali melawan tantangan pengadilan Jerman terhadap rencana pencetakan uangnya.

“Ada sedikit kegelisahan yang terjadi di pasar keuangan Eropa, yang mungkin membebani euro,” kata Nelson.

ECB juga mengatakan akan menawarkan pinjaman euro terhadap agunan kepada bank-bank sentral di luar kawasan euro untuk menghambat pasar pendanaan di tengah pandemi virus corona.

Euro terakhir turun 0,32 persen menjadi 1,1214 dolar. Dolar menguat 0,16 persen terhadap yen Jepang menjadi 107,19 yen.

[ya]

Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube Digtara TV. Jangan lupa, like comment and Subscribe.


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Ekonomi

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Ekonomi

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Ekonomi

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Ekonomi

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Ekonomi

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo