digtara.com | MEDAN – Menjelang Hari Raya Imlek yang jatuh tanggal 5 Februari 2019 di mana pengrajin Hio dan Dupa di Kota Medan mulai kebanjiran orderan.
Menurut salah seorang pengrajin hio dan dupa yang berada di Jalan TB. Simatupang, Rika, sudah menyiapkan ribuan hio dan dupa untuk dipasarkan di dalam maupun luar kota.
“Kita sudah mulai kebanjiran orderan jelang Imlek tahun ini,” kata Rika.
Rika menuturkan bahwa pihaknya mulai mengerjakan hio dan dupa sejak enam bulan terakhir. Pesanan yang datang mulai dari pengurus Vihara hingga pemilik toko.
“Hingga Januari sudah lebih dari 5 ribu batang hio yang sudah diproduksi,” jelasnya.
Rika menjelaskan bahwa hio dibuat dari bahan dasar serbuk kayu yang kemudian dibentuk menjadi batang lalu dicat dan diberikan ukiran naga.
“Biasanya hio digunakan untuk sembahyang di Vihara. Untuk harga mulai puluhan ribu sampai ratusan ribu rupiah, tergantung ukurannya,” tambahnya.