digtara.com – PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menyebut penjualan emasnya masih laris manis saat ini. Padahal biasanya, permintaan emas Antam cenderung menurung jika harga dinilai sudah terlalu mahal.
Pada Rabu, 22 Juli 2020 kemarin, harga emas antam dibanderol Rp982 ribu per gram. Harga itu merupakan harga tertinggi sepanjang sejarah.
“Hingga saat ini penjualan komoditas emas masih mendapat respon yang positif dari masyarakat. Perseroan, akan mengikuti perkembangan harga emas global sebagai acuan. Kami berharap tren positif ini mampu memperkuat kinerja operasional melalui adaptasi pasar,†ujar Kunto seperti dilansir Bisnis, Rabu (22/7/2020).
Untuk diketahui, harga emas baik spot, berjangka,hingga emas fisik cetakan ANTM atau emas Antam telah mencetak rekor harga baru pada perdagangan Rabu, 22 Juli 2020.Berdasarkan data Bloomberg, hingga pukul 19.13 WIB harga emas berjangka untuk kontrak Agustus 2020 di bursa Comex masih di jalur kenaikan, yaitu menguat 0,99 persen ke level US$1.862,2 per troy ounce.
Sementara itu, harga emas di pasar spot juga masih menguat, yaitu naik 0,84 persen ke level US$1.857,31 per troy ounce. Kedua level itu merupakan posisi tertinggi emas sejak 2011.
PROTOKOL KESEHATAN
Menurut Kunto, dalam situasi pandemi Covid-19, perseroan menerapkan protokol kesehatan di jaringan Butik Emas Antam. Emiten bersandi saham ANTM itu juga memadukan penjualan offline dan online.
Kunto menjelaskan, saat ini proses transaksi dilakukan secara online di laman Logammulia. Mekanisme order serta transaksi pembelian kembali (buyback) bisa dilakukan melalui aplikasi WhatsApp.
Untuk logam mulia yang telah dibeli melalui sistem online , pelanggan dapat mengambil emas tersebut di Butik Emas Logam Mulia yang saat ini beroperasi secara terbatas atau dikirim melalui jasa ekspedisi yang bekerjasama dengan perseroan.
Kemudian, untuk transaksi buyback dapat dilakukan di butik setelah melakukan janji temu melalui whatsapp sebelumnya.
Kunto mengaku terdapat peningkatan yang cukup signifikan dari lini transaksi penjualan online Logam Mulia pada periode April-Juni 2020 dibandingkan dengan periode tiga bulan sebelumnya.
Menurut dia, hal ini merupakan bentuk adaptasi pelanggan dan perusahaan pada situasi saat ini. Adapun, produk logam mulia masih menjadi pilihan terfavorit bagi konsumen.
Kendati demikian, perseroan belum dapat memberikan secara detail kinerja penjualan sepanjang semester I/2020 seiring dengan laporan keuangan yang masih dalam proses penyelesaian.
Di sisi lain, penguatan harga emas juga memberikan dorongan positif terhadap harga saham perseroan. Pada penutupan perdagangan Rabu (22/7/2020), ANTM parkir di level Rp685 per saham posisi yang sama pada perdagangan kemarin walau sempat melonjak ke level Rp705.
[AS]