Ada Pandemi, Komoditi Jagung Manis asal Sumut Laris Manis di Pasar Global

- Senin, 10 Agustus 2020 03:33 WIB

digtara.com – Komoditi jagung manis asal Sumatera Utara (Sumut) makin diminati di pasar global. Itu terlihat dari angka realisasi ekspor komoditi tersebut, yang mengalami kenaikan secara cukup signifikan.

Tercatat berdasarkan data Balai Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian, sepanjang semester I-2020, realisasi ekspor jagung manis asal Sumatera Utara telah mencapai 111 ton dengan nilai ekonomis mencapai Rp1,2 miliar.

“Padahal tahun lalu, sepanjang tahun realisasi ekspornya hanya 91 ton atau senilai Rp892 juta,” sebut Kepala Karantina Pertanian Belawan, Hasrul, Senin (10/8/2020).

Kondisi ini, sebut Hasrul, tentunya sangat menggembirakan. Khususnya karena terjadi di tengah pelemahan ekonomi akibat pandemi penyakit virus korona (covid-19).

“Kita sangat mengapresiasi pelaku usaha yang telah berhasil meningkatkan volume ekspornya di pasar ekspor,” tukasnya.

Menurut Hasrul, untuk memastikan produk pertanian dapat diterima di negara tujuan, pihaknya secara rutin telah memberikan bimbingan teknis. Bimbingan tersebut untuk pemenuhan persyaratan sanitari dan fitosanitari, SPS Measure, sesuai yang dipersyaratkan negara tujuan ekspor.

Lebih lanjut Hasrul menerangkan jagung manis ini banyak dibudidayakan petani jagung di Kabupaten Karo, Simalungun, Deli Serdang, Langkat dan Dairi. Biasanya diekspor dalam bentuk beku (Frozen Sweet Corn) dan digunakan di negara tujuan ekspor sebagai bahan baku industri pangan. Sedangkan negara yang rutin sebagai tujuan ekspor adalah Singapura, Malaysia dan Jepang.

 

Komoditi Jagung Manis yang siap dieskpor. Realisasi ekspor komoditi ini meningkat sangat signifikan di tengah pandemi covid-19. (Digtara/HO)

 

Dorong Hilirisasi…

DORONG HILIRISASI

Dari tempat terpisah Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil, menjelaskan produk lokal yang sudah memiliki pasar ekspor harus kita dorong. Kedepan harusnya sudah dalam bentuk ekstrak jagung , pasta atau bahkan dalam bentuk jadi. Sehingga bisa memberi nilai tambah,” kata Jamil

Menurutnya, Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo, red) menaruh perhatian khusus untuk hilirisasi industri produk pertanian. Selain deregulasi aturan untuk mendorong iklim investasj yang dilakukan pemerintah, penyaluran pembiayaan usaha melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga terus digencarkan.

“Saatnya kita melangkah lebih cepat, silahkan manfaatkan fasilitas ini. Harapannya dengan adanya hilirasi produk makin tinggi nilainya dan makin laris di pasar dunia, ” tutup Jamil.

[AS]

 

https://www.youtube.com/watch?v=xCgDg1HWWYw

 

Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube Digtara TV. Jangan lupa, like comment and Subscribe.

Ada Pandemi, Komoditi Jagung Manis asal Sumut Laris Manis di Pasar Global


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Ekonomi

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Ekonomi

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Ekonomi

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Ekonomi

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Ekonomi

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo