digtara.com – Meski sempat diragukan kemampuannya, kinerja pasar keuangan dalam negeri hari ini membaik. IHSG yang disesi pembukaan sempat berada di zona merah, berhasil bangkit dan ditutup menguat tipis 0,1% ke level 5.004,33.
IHSG diperdagangan hari ini mengalami tekanan eksternal, ternyata mampu menutup perdagangan di atas level psikologis 5.000.
Sementara itu, mata uang Rupiah juga mengalami penguatan di level 14.710 per US Dolar. Kinerja Rupiah juga menguat setelah selama sesi perdagangan hari ini sempat melemah di kisaran 14.750 per US Dolarnya.
BACA JUGA: Efek Omnibus Law, IHSG dan Rupiah Menguat Tajam
Analis Pasar Keuangan, Gunawan Benjamin menyebutkan, kinerja pasar keuangan membaik setelah beberapa kabar dari tanah air. Seperti aksi demonstrasi yang berlanjut.
“Akan tetapi pelaku pasar justru leboh mengkuatirkan guncangan ekonomi akibat terhentinya pembahasan stimulus USD 2,2 Trilyun di Amerika Serikat. Pasar global kembali dilanda ketidakpastian yang membuat pasar keuangan domestik juga bisa bergerak dalam tren turun,†tukasnya.
BACA JUGA: Ada Aksi Demo, Rupiah dan IHSG Ditutup Naik
Gunawan menyebut pelaku pasar pada dasarnya masih menikmati euphoria disahkannya UU Omnibus Law Cipta Kerja yang dinilai lebih pro pasar.
“Kebijakan ini akan memberikan manfaat bagi pasar keuangan maupun akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional dalam jangka panjang,†tandasnya.
[AS]
https://www.youtube.com/watch?v=iU4O1G1UxUs
Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube Digtara TV. Jangan lupa, like comment and Subscribe.
Sentimen Eksternal Memburuk, Rupiah dan IHSG Tetap Menguat