Analis: Sentimen Ekonomi Global Picu Rupiah dan IHSG Melemah

Redaksi - Senin, 11 Februari 2019 09:03 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.digtara.com/uploads/images/201902/Gunawan-Benjamin.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 172

digtara.com | MEDAN – Mata uang Rupiah terhadap dolar AS kembali menembus level Rp.14.000 per dolar AS. Rupiah diperdagangkan melemah 0,5% perdagangan hari ini seiring dengan sentimen kekhawatiran pertumbuhan ekonomi global. Demikian dikatakan Pengamat Ekonomi Sumut, Gumawan Benyamin kepada digtara.com hari ini.

“Hal ini menjadikan safe heaven obligasi AS menjadi lebih menarik dan aman dimiliki. Perlambatan pertumbuhan ekonomi tahun ini disinyalir oleh beberapa isu diantaranya perang dagang AS yang belum jelas hingga saat ini, ditambah dengan penurunan harga minyak mentah dunia disusul oleh Brexit yang mengancam sistem ekonomi Inggris yang dikhawatirkan memberikan dampak bagi negara-negara Eropa,” terangnya.

Dia menjelaskan di dalam negeri, laporan defisit Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) 2018 memberikan sentimen negatif bagi pasar keuangan dimana hal ini tentunya sejalan dengan pelemahan Rupiah di pasar valuta asing. Rupiah menjadi tidak menarik seiring dengan sentimen ini.

“Pergerakan saham di BEI hari ini cenderung melemah dimana IHSG ditutup turun 0,4% atau turun 26 Poin di level 6.495 level tertinggi IHSG berada dilevel 6.535 dan terendah IHSG berada di level 6.494,” tegasnya.

Dia menegaskan pergerakan IHSG nampaknya cenderung tertahan. Hal ini terlihat dari rentang pergerakan saham yang sempit. Disamping itu, Perdagangan saham hari ini tetap berjalan normal dimana transaksi terjadi sebesar Rp.8 Triliun hal ini berada di rata-rata transaksi harian saham di BEI.

“Hanya saham sektor infrastruktur yang mampu bertahan ditengah pelemahn IHSG hari ini. dimana saham sektor infrastruktur ini meningkat 0,68%. Hal ini sering dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan fasilitas infrastruktur di Indonesia sebagai sarana untuk mempercepat arus perputaran barang,” ungkapnya.

Dia menambahkan tak hanya IHSG yang mengalami pelemahan, indeks saham global juga mengalami pelemahan dimana ATX Vienna melemah 1,25%, Dow Jones turun 0,263%, Nikkei turun 2%, NYSE turun 0,258%, dan STI turun 0,09%.(win)

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Ekonomi

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Ekonomi

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Ekonomi

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Ekonomi

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Ekonomi

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo