Harga Sawit Berpeluang Naik di Tahun Depan

Redaksi - Selasa, 29 Desember 2020 05:06 WIB

digtara.com – Harga Crude Palm Oil (CPO) belakangan ini masih mampu menguat dan terus melanjutkan kenaikan harga. Harga CPO sejauh ini masih sedikit diatas level 3.400 ringgit per Ton (3.412 ringgit per ton). Dengan tren itu, komoditas kelapa sawit diprediksi naik tahun depan.

Memang ruang penguatan CPO di tahun depan bisa saja terbatas dan tertahan di kisaran 3.600 ringgit. Meskipun jika melihat potensi perkembangan ekonomi global yang berpeluang membaik, harga CPO bisa saja berlanjut menguat dengan kenaikan yang signifikan.

Tetapi yang menjadi persoalan sejauh ini adalah, adanya ketidakpastian terkait sejumlah variabel ekonomi yang sulit diperkirakan. Mulai dari kemungkinan perang dagang, mutasi corona, hingga potensi lockdown dibanyak negara yang bisa memicu penurunan kinerja ekspor CPO itu sendiri.

Untuk itu pemerintah harus melakukan sejumlah upaya konkrit agar penyerapan CPO domestik bisa ditingkatkan lebih signifikan. Penggunaan CPO untuk bio diesel rasionya harus dinaikan terus.

Segera realisasikan penyerapan CPO untuk Bio Diesel sebesar 30%. Dan Rasionya harus terus dinaikkan dalam jangka panjang.

“Kita tidak bisa selamanya bergantung kepada penyerapan CPO global yang sejauh ini menghadapi ancaman dari potensi peningkatan tensi hubungan politik antar banyak negara. Ditambah dengan gangguan ekonomi karena pandemic corona,” ujar ekonom Gunawan Benjamin, Selasa (29/12/2020).

Meskipun di tahun 2021 mendatang, Gunawan juga melihat adanya potensi kenaikan permintaan CPO dunia yang bisa merubah ekspektasi kenaikan harga CPO. Tetapi potensi kenaikan harga CPO mengacu kepada sejumlah tantangan di tahun yang akan datang.

Maka, lanjut Gunawan, pada dasarnya sawit meskipun harganya berpeluang membaik tetapi belum didukung dengan sentiment fundamental yang kokoh.

Sejauh ini, sejumlah komoditas lain memang juga turut menguat. Katakanlah harga minyak mentah yang naik di kisaran $48 per barel. Yang bisa turut serta mendongkrak kenaikan harga komoditas lainnya termasuk sawit. Akan tetapi kenaikannya tersebut masih didorong oleh ekspektasi pemulihan ekonomi seiring ditemukannya vaksin.

Walaupun vaksin covid 19 sendiri belum sepenuhnya mampu menjawab dan menyelesaikan kondisi kesehatan masyarakat global. Jadi kinerja harga sawit sekalipun membaik di tahun depan ekspektasinya, tetapi sebaiknya kita juga bersiap seandainya harga sawit atau CPO justru berbalik arah.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah Dukung Penuh Langkah PBNU dalam Merespon Pemberitaan Trans7 yang Dinilai Mencoreng Martabat Pesantren

Ekonomi

Ribut Pasca Mabuk Miras, Sejumlah Pemuda di Kupang Diamankan Polisi

Ekonomi

Tersangka Pembuang Bayi di Kupang Dilimpahkan ke Kejaksaan

Ekonomi

Dinkes dan BKD Langkat Bantah Tudingan Pungli: Proses Kenaikan Jabatan Sesuai Regulasi Nasional

Ekonomi

Ketua DPRD Sumut Sambut KoJAM Dalam Kolaborasi Pemberitaan

Ekonomi

Mahasiswa di Kupang Ditemukan Tewas Gantung Diri, Sebelum Tewas, Korban Sempat Minta Uang Beli Pulsa