Pasien BPJS dan Oknum Pegawai Puskesmas di Tebingtinggi Sepakat Damai Pasca Video Viral, Plt Kadis Kesehatan Tak Hadir

Erwan Tanjung - Selasa, 23 Januari 2024 07:58 WIB
istimewa
Terlihat kedua belah pihak saling bersalaman memohon maaf di saksikan perwakilan Dinkes dan BPJS serta perwakilan PWI

digtara.com - Oknum pegawai Puskesmas Tanjung Marulak, Tebingtinggi dan pasien BPJS Kesehatan sepakat berdamai.

Perdamaina tersebut dilaksanakan pada Senin (22/01/2024) di Puskesmas Tanjung Marulak Tebingtinggi.

Namun, dalam prosesi perdamaina tersebut, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Kadis Kesehatan) Kota Tebingtinggi, dr.Henny Sri Hartati tidak hadir.

Dalam acara perdamaian tersebut, Dinkes Tebingtinggi diwakili oleh RB. Daulay.

Turut hadir, Kepala puskesmas Tanjung Marulak, petugas BPJS, oknum pegawai yang bersangkutan dan korban pasien BPJS, Abdullah Sani Hasibuan.

Dalam mediasi itu, oknum pegawai Puskesmas Yenni Novita sempat menangis saat mengucapkan permohonan maaf kepada korban pasien BPJS.

Abdullah Sani sebagai pasien BPJS pun dengan lapang dada langsung menerima permohonan maaf tersebut.

Abdullah Sani yang juga sebagai ketua PWI kota Tebingtinggi mengapresiasi langkah yang diambil Dinas Kesehatan dan Kepala Puskesmas Tanjung Marulak untuk melakukan mediasi.

Namun Abdullah Sani menyebut, video yang telah viral di media sosial beberapa waktu lalu tidak bisa lagi dihindari atau dihapus.

"Pihak Dinkes dan Puskesmas sudah berjanji akan melakukan evaluasi terkait penerimaan pasien," kata Abdullah Sani.

Abdullah Sani menyebut, tidak ada pihak yang harus disalahkan terkait kejadian ini.

Baginya, kejadian yang videonya viral tersebut hanyalah disebabkan oleh masalah diskomunikasi.


"Dan Intinya kita di sini sudah saling memaafkan, untuk kedepannya semoga kejadian ini tidak terulang lagi," tutup Abdullah Sani.

Sementara itu, mewakili Dinkes Kota Tebingtinggi, Raja Buyung Daulay turut menyampaikan permohonan maaf terhadap korban yang merupakan pasien BPJS.

"Kami dari perwakilan Dinas Kesehatan bersama Puskesmas meminta maaf yang sebesar-besarnya. Ke depan kami akan melakukan evaluasi dan pembinaan terhadap petugas maupun Kepala Puskesmas yang bersangkutan," terang RB. Daulay.

Raja juga menyebut akan memanggil seluruh Kepala Puskesmas yang ada di Kota Tebingtinggi untuk pemaparan cara kerja dalam pelayanan masyarakat.

"Hal ini agar tidak akan terulang kembali untuk ke depannya, dan bisa membawa nama baik Kota Tebingtinggi agar lebih baik bagi warga masyarakat," sambungnya.

Raja lantas mengimbau kepada masyarakat agar tidak takut atau khawatir untuk berobat ke Puskesmas.

"Jangan takut dan khawatir untuk berobat ke rumah sakit atau pun ke Puskesmas, di sini kami selalu melayani dengan sebaik-baiknya," tutup Raja.


Diberitakan sebelumnya, sebuah video viral di media sosial, percekcokan antara pasien BPJS dengan salahsatu oknum pegawai di Puskesmas.

Peristiwa ini terjadi di Puskesmas Tanjung Marulak Kota Tebingtinggi, Kamis kemarin (18/01/2024).

Salah seorang oknum pegawai puskesmas yang belakangan diketahui bernama Yenni Novita menolak pasien BPJS yang hendak berobat.

Di duga, penolakan tersebut karena pasien tersebut tidak membawa kartu peserta BPJS.

Editor
: Arie

Tag:

Berita Terkait

Gaya

Rekomendasi HP Midrange Kamera Terbaik 2026, Cocok untuk Foto dan Video 4K

Gaya

ICMI Sumut Minta Polemik Video Ceramah JK Tak Dibawa ke Isu Agama

Gaya

Video KDRT Viral di Medsos, Tim Zero Ditres PPA dan PPO Polda NTT Amankan Pelaku

Gaya

Diduga Akibat Kontaminasi Bakteri, Dugaan Keracunan MBG di Kabupaten TTS Jadi KLB

Gaya

Viral Wanita Ngamuk Bawa Parang di Toko PStore Medan, Tertipu iPhone Promo Rp2 Juta

Gaya

Viral 4 Pria Todong Pistol Tukang Pangkas di Medan, 2 Oknum Polisi Dipatsus