Bajaj Ungkap Strategi Selamatkan KTM: Produksi di Eropa Sudah Tak Relevan

Arie - Minggu, 14 September 2025 13:58 WIB
suara.com
Bajaj Ungkap Strategi Selamatkan KTM: Produksi di Eropa Sudah Tak Relevan
digtara.com - Upaya penyelamatan KTM oleh Bajaj Auto terus bergulir. Setelah menanamkan total investasi lebih dari 800 juta euro—termasuk tambahan modal pada Mei 2025—raksasa otomotif asal India itu kini memegang kendali strategis yang signifikan atas merek motor Austria tersebut. Wajar jika setiap pernyataan CEO Bajaj Auto, Rajiv Bajaj, kini menjadi sorotan besar di industri roda dua.

Dalam wawancara dengan Rideapart, Rajiv Bajaj menguraikan dua langkah utama yang dinilainya wajib dilakukan untuk membalikkan nasib KTM.

Fokus pada Identitas Merek

Langkah pertama menurut Bajaj adalah mengembalikan KTM ke akar identitasnya.

"Ketika sebuah merek mencapai kesuksesan, sering kali muncul godaan untuk melebar ke terlalu banyak kategori atau segmen, bahkan di luar pasar inti. Dari situ timbul proliferasi SKU yang membuat bisnis semakin kompleks, mulai dari riset dan pengembangan hingga layanan di bengkel dealer. Karena itu, KTM harus kembali fokus ke inti bisnisnya. Dari sana akan lahir penyederhanaan operasi yang memberi dampak positif besar bagi perusahaan," jelas Bajaj.

Produksi di Eropa Sudah Tidak Kompetitif

Selain itu, Bajaj menekankan pentingnya restrukturisasi biaya.

"Hal kedua yang harus kita lakukan adalah mereset struktur biaya. Secara jujur, produksi di Eropa sudah mati. Industri otomotif—baik mobil maupun motor—paham betul soal ini," tegasnya.

Ia mencontohkan langkah Triumph yang sejak lebih dari 15 tahun lalu memindahkan hampir seluruh produksinya ke Thailand dan belakangan juga ke India. Menurut Bajaj, KTM pun perlu menempuh jalur serupa.

"Kami belum pernah mengungkapkan ini sebelumnya. Tapi saat KTM kesulitan di Eropa, motor KTM yang kami produksi di India dan diekspor ke berbagai negara justru memberi margin EBITDA lebih dari 30%. Itu karena daya saing biaya India yang luar biasa, ditambah rantai pasok serta dukungan pemasok yang kuat," ungkapnya.

Harapan Baru untuk KTM

Bajaj optimistis, kombinasi pemulihan identitas merek dan efisiensi biaya akan membuka jalan cerah bagi KTM. Ia bahkan menyinggung potensi ekspor yang bisa mencetak rekor baru, meski masih harus menyesuaikan dengan kebijakan tarif di pasar tertentu.

Tak hanya itu, Bajaj juga memastikan rencana peluncuran mesin kembar (twin-cylinder) terbaru. Mesin ini bakal menjadi yang terbesar dari seluruh lini Bajaj maupun KTM hasil produksi India, meski peluncurannya diperkirakan baru terjadi setahun mendatang.

Rencana Lain: Triumph Tracker 400

Di luar KTM, Bajaj juga membocorkan rencana Triumph. Sekitar Oktober 2025, merek asal Inggris itu dijadwalkan merilis model Triumph Tracker bermesin 400cc, sebagai kelanjutan dari kesuksesan Thruxton 400 yang baru saja meluncur.

Menuju Kebangkitan KTM

Dengan strategi fokus merek dan relokasi produksi ke Asia, Bajaj ingin mengembalikan KTM ke jalur yang lebih efisien sekaligus kompetitif di pasar global.

Jika rencana ini berjalan mulus, KTM berpeluang besar bangkit menjadi salah satu pemain tangguh di segmen motor premium dunia—dengan India sebagai pusat produksinya.


Tag:

Berita Terkait

Gaya

Hasil Kualifikasi Piala Dunia 2022 – Prancis Ditahan Bosnia, Ronaldo Menangkan Portugal

Gaya

Pasutri di Kota Kupang Sekarat Dianiaya Tetangganya saat Nobar Sepakbola Piala Eropa

Gaya

Klasemen Akhir Grup B Euro 2020: Belgia Teratas, Denmark Melesat

Gaya

Matchday Terakhir Grup A Euro Nanti Malam: Italia vs Wales, Swiss vs Turki

Gaya

Live Euro 2020 Malam Ini: Slovakia, Ceko dan Inggris Berambisi Lolos

Gaya

Hasil Euro 2020: Belanda dan Belgia Lega, Denmark Merana