digtara.com -Meta resmi merombak Facebook Marketplace dengan menghadirkan sejumlah pembaruan besar agar tetap relevan di tengah persaingan platform jual beli dan media sosial. Fokus utama pembaruan ini adalah menghadirkan pengalaman belanja yang lebih sosial, interaktif, dan didukung kecerdasan buatan (AI), dengan sasaran generasi muda yang kini menjadi target utama Meta.
Pembaruan tersebut diumumkan melalui situs resmi Meta pada 13 November 2025.
Langkah ini disebut sebagai upaya Meta untuk menjadikan Facebook bukan hanya platform berbagi kabar, tetapi juga pusat aktivitas gaya hidup modern, termasuk dalam urusan belanja barang preloved, dekorasi rumah, hingga kendaraan.
Salah satu fitur terbaru yang menjadi sorotan adalah "collections." Fitur ini memungkinkan pengguna mengumpulkan berbagai listing dalam satu folder khusus, mirip papan inspirasi ala Pinterest.
Baca Juga: Viral Cewek Ngamuk ke AI Gara-Gara Gagal Lanjutkan Lirik Lagu Koleksi tersebut bisa disimpan secara pribadi atau dibuat publik dan dibagikan kepada teman untuk ikut memilih barang, berdiskusi, atau memantau harga. Pengguna dapat membagikannya melalui Feed, Messenger, atau WhatsApp, sehingga belanja terasa lebih kolaboratif.
Meta juga menguji fitur baru bernama "collaborative buying," yang memungkinkan pengguna mengundang teman ke dalam obrolan dengan penjual.
Tujuannya adalah mempermudah negosiasi, bertukar pertanyaan, hingga mengatur pengambilan barang bersama. Meta menyebut fitur ini dapat meningkatkan rasa aman dan kenyamanan pembeli, terutama bagi mereka yang belum terbiasa bertransaksi sendiri.
Mengutip laporan Engadget (14/11/2025), Facebook Marketplace kini juga semakin sosial. Pengguna dapat meninggalkan komentar dan reaksi pada listing, seperti pada postingan Facebook lainnya.
Fitur ini diharapkan membantu calon pembeli melihat pendapat orang lain sekaligus membuka peluang lahirnya konten hiburan dari listing unik yang sering viral.
Baca Juga: 10 Aplikasi Kecerdasan Buatan (AI) Gratis untuk Media Pembelajaran Lebih Mudah, Menarik, dan Interaktif: Cocok untuk Guru Marketplace juga mendapatkan peningkatan rekomendasi berkat AI yang mempelajari preferensi pengguna. Ketika pengguna menyukai sebuah listing, algoritma akan menampilkan lebih banyak barang serupa.
Selain itu,
Meta meluncurkan tombol "Suggested questions to ask" yang muncul saat pengguna mulai menghubungi penjual.
Meta AI akan menganalisis isi listing dan memberikan saran pertanyaan relevan, termasuk pertanyaan klasik yang sangat populer di Marketplace: "Is this still available?"
Untuk kategori kendaraan—yang banyak diminati pengguna muda—Meta menghadirkan ringkasan AI berisi informasi mesin, rating keamanan, transmisi, kapasitas bagasi, ulasan pemilik, hingga kisaran harga pasaran. Seluruh data dikumpulkan otomatis dari berbagai sumber untuk membantu pengguna membandingkan mobil dengan lebih cepat.
Kategori fashion juga semakin berkembang, mencatat lebih dari 200 juta listing di AS. Untuk memperluas pilihan, Meta mengintegrasikan inventaris dari eBay dan Poshmark. Listing dari kedua mitra tersebut akan tampil bersama barang pengguna biasa, namun diberi tanda khusus sebelum pembeli diarahkan ke situs mitra untuk menyelesaikan transaksi.
Baca Juga: Habis Liburan, Metabolisme Melambat? Ini 10 Asupan yang Bisa Membantu Tubuh Pulih Kembali
Meta turut memperbarui sistem checkout untuk transaksi pengiriman. Kini pembeli dapat melihat total biaya, termasuk pajak dan ongkos kirim, sebelum melakukan pembayaran. Notifikasi otomatis juga akan diberikan setiap kali status pesanan berubah.
Seluruh pembaruan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Meta untuk menarik kembali pengguna muda yang mulai meninggalkan platform dalam beberapa tahun terakhir.
Data internal menunjukkan satu dari empat pengguna muda di AS dan Kanada masih aktif mengunjungi Marketplace setiap hari. Meta berharap inovasi ini mampu membuat generasi muda tetap menggunakan Facebook melalui pengalaman belanja yang lebih menyenangkan, sosial, dan cerdas berbasis AI.
Meta memastikan bahwa lebih banyak fitur baru akan dirilis pada 2026 sebagai bagian dari visi mereka dalam memperkuat dominasi di sektor social commerce.
Baca Juga: Viral Cewek Ngamuk ke AI Gara-Gara Gagal Lanjutkan Lirik Lagu