digtara.com -PKC PMII DKI Jakarta menyampaikan rasa penyesalan yang mendalam atas terjadinya aksi yang dinilai tidak beretika dan tidak mencerminkan nilai-nilai intelektualitas, kedewasaan, serta tanggung jawab moral dalam kehidupan berdemokrasi.
Aksi tersebut dinilai tidak sejalan dengan semangat perjuangan
mahasiswa yang selama ini dikenal menjunjung tinggi moralitas, rasionalitas, dan dialog konstruktif dalam menyampaikan aspirasi. Terlebih di tengah situasi yang membutuhkan ketenangan, kebijaksanaan, serta kedewasaan bersama,
mahasiswa diharapkan mampu menjadi teladan dalam menjaga ruang demokrasi yang sehat dan bermartabat.
Adab Lebih Tinggi dari Ilmu
Perwakilan PKC PMII DKI Jakarta, Nadzir Ahyaulilmi, menegaskan bahwa mahasiswa harus senantiasa mengedepankan etika dalam menyikapi berbagai persoalan. Ia mengingatkan bahwa para kiai dan guru selalu mengajarkan pentingnya menghormati orang yang lebih tua serta berbicara dengan santun dalam kehidupan bermasyarakat.
Baca Juga: Tiga Mahasiswa di Kupang Diamankan Polisi Pasca Aniaya Rekannya "Al adabu fauqol ilmi, adab itu lebih tinggi daripada ilmu," ujarnya.
Menurutnya, kecerdasan intelektual tanpa adab akan kehilangan makna. Oleh karena itu, mahasiswa sebagai agen perubahan harus tetap menjaga marwahnya dengan mengedepankan akhlak, kesantunan, serta tanggung jawab moral dalam setiap tindakan.
Apresiasi untuk Kepolisian Republik Indonesia
Dalam kesempatan tersebut, PKC PMII DKI
Jakarta juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) atas kesabaran, profesionalisme, dan sikap humanis dalam mengawal serta menjaga keamanan dan ketertiban.
Sikap tersebut dinilai sebagai bentuk nyata komitmen Polri dalam melindungi masyarakat dan menjaga stabilitas sosial di tengah dinamika demokrasi yang berkembang.
Komitmen Menjaga Kehidupan Sosial yang Berkeadaban
Baca Juga: Dosen dan Mahasiswa Undana Dilarang Bertemu di Rumah PKC PMII DKI
Jakarta berharap peristiwa ini dapat menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran bersama. Seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda dan
mahasiswa, diharapkan lebih mengedepankan etika, dialog, serta cara-cara yang bermartabat dalam menyampaikan aspirasi.
Pernyataan ini sekaligus menjadi bentuk tanggung jawab moral dan komitmen organisasi dalam mendorong terciptanya kehidupan sosial yang aman, kondusif, serta berkeadaban, sesuai dengan nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi gerakan mahasiswa.